Bantuan Beras Pemkab Natuna: 10 Kg untuk Masyarakat Miskin, Jaga Ketahanan Pangan Warga
Pemerintah Kabupaten Natuna bergerak cepat menyalurkan Bantuan Beras Pemkab Natuna 10 kg kepada keluarga kurang mampu, memastikan ketahanan pangan dan dukungan selama Ramadan. Simak detailnya!
Pemerintah Kabupaten Natuna menyalurkan bantuan beras 10 kilogram kepada masyarakat kurang mampu di wilayahnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan warga setempat. Penyaluran bantuan dilakukan di berbagai lokasi, termasuk Desa Air Lengit.
Bupati Natuna Cen Sui Lan secara langsung menyerahkan bantuan tersebut pada Selasa (3/3) malam. Selain beras, pemerintah daerah juga memberikan bantuan lain berupa uang tunai dan perlengkapan ibadah. Inisiatif ini bertujuan mendukung kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan.
Bantuan ini bersumber dari berbagai pihak, termasuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) serta kontribusi perbankan. Bank Riau Kepri Syariah, Bank Syariah Indonesia, dan BPJS Ketenagakerjaan turut berpartisipasi. Zakat dari masyarakat mampu juga menjadi bagian dari dukungan ini.
Upaya Pemkab Natuna Menjaga Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen menjaga stabilitas pangan bagi warganya, terutama kelompok rentan. Program bantuan beras ini menjadi salah satu strategi utama dalam memastikan ketersediaan pangan. Ini juga bertujuan mengurangi beban ekonomi masyarakat miskin di Natuna.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna, Akmal Dusty, menjelaskan program ini. Bantuan ini merupakan bagian dari program pangan bagi keluarga rawan pangan kronis. “Total penerima di Kecamatan Bunguran Tengah, termasuk Desa Air Lengit, sebanyak 83 keluarga penerima manfaat,” katanya.
Sumber bantuan beras berasal dari Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD). Cadangan ini dititipkan Pemkab Natuna ke gudang Perum Bulog Cabang Natuna. Tujuannya adalah untuk dirawat dan dijaga kualitasnya agar siap didistribusikan.
Sinergi Berbagai Pihak dalam Penyaluran Bantuan
Penyaluran bantuan di Natuna melibatkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan sektor swasta. Bupati Cen Sui Lan menyebutkan adanya dukungan dari perbankan seperti BRK Syariah dan BSI. “Saya bersama perbankan, ada BRK (Bank Riau Kepri Syariah), BSI (Bank Syariah Indonesia), serta BPJS Ketenagakerjaan, datang untuk menyalurkan bantuan, baik untuk masjid, marbot, maupun bantuan dari Baznas,” ujarnya saat Safari Ramadhan di salah satu masjid di Desa Air Lengit.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya untuk individu, tetapi juga menyasar fasilitas umum. Masjid dan marbot juga menerima dukungan, termasuk bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Ini menunjukkan cakupan bantuan yang luas dan komprehensif.
Cadangan beras pemerintah daerah tidak hanya digunakan untuk bantuan sosial. CBPD juga disiapkan untuk kondisi darurat, seperti bencana alam yang mungkin terjadi. Penyaluran bantuan serupa akan terus diperluas ke beberapa kecamatan lainnya di Natuna.
Program ini secara khusus menyasar masyarakat miskin yang belum menerima bantuan pangan dari pemerintah pusat. “Bantuan CBPD diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak menerima bantuan pangan dari pemerintah pusat,” ujar dia. Pemkab Natuna berupaya menghindari tumpang tindih penyaluran bantuan.
Sumber: AntaraNews