Tahukah Anda? Gerakan Pangan Murah Bulog Efektif Jaga Stabilitas Harga Pangan Nasional

Perum Bulog tegaskan Gerakan Pangan Murah (GPM) jadi strategi kunci kendalikan fluktuasi pasar dan jaga stabilitas harga pangan nasional. Bagaimana GPM bekerja?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Gerakan Pangan Murah Bulog Efektif Jaga Stabilitas Harga Pangan Nasional
Perum Bulog tegaskan Gerakan Pangan Murah (GPM) jadi strategi kunci kendalikan fluktuasi pasar dan jaga stabilitas harga pangan nasional. Bagaimana GPM bekerja? (Merdeka.com)

Perum Bulog menegaskan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi strategi kunci dalam menjaga stabilitas harga pangan di seluruh Indonesia. Inisiatif ini dirancang untuk mengendalikan fluktuasi pasar, memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa tujuan utama GPM adalah menjaga stabilitas harga, menjamin keterjangkauan pangan, dan mengendalikan inflasi. Program ini memungkinkan masyarakat mengakses beras SPHP dengan harga yang lebih murah, sekaligus meningkatkan daya beli mereka di tengah tantangan ekonomi.

Dalam rangka memperingati HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, Bulog bersama sejumlah BUMN pangan lainnya seperti Pos Indonesia dan Pupuk Indonesia, menggelar GPM serentak. Kegiatan ini dilaksanakan di 7.285 kecamatan pada 38 provinsi, menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendekatkan akses pangan murah langsung kepada masyarakat luas.

Stabilitas harga beras menjadi perhatian utama pemerintah dalam beberapa bulan terakhir, mendorong Bulog untuk mengambil langkah konkret. Bersama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Kementerian Dalam Negeri, Bulog aktif menyalurkan beras murah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Penyaluran beras SPHP ini bertujuan agar harga di pasaran tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Masyarakat dapat membeli beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000, yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran umum. Ini adalah langkah nyata Bulog dalam menekan beban pengeluaran rumah tangga.

Sebagai upaya lebih lanjut dalam menjaga stabilitas, pemerintah juga telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras SPHP. HET ini bervariasi di beberapa wilayah, seperti Rp12.500/kg untuk Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi, serta Rp13.100/kg untuk Sumatera (kecuali Lampung dan Sumsel), NTT, dan Kalimantan.

HET juga ditetapkan Rp13.500/kg untuk Maluku dan Papua, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap disparitas harga antar wilayah. Hingga 29 Agustus 2025, Bulog telah berhasil menyalurkan 287 ribu ton beras SPHP ke seluruh daerah, menunjukkan skala besar operasi GPM.

Pelaksanaan GPM dipusatkan di Lapangan Kementerian Pertanian Jakarta, namun dampaknya terasa di seluruh penjuru negeri. Selain di pusat, kegiatan ini juga berlangsung serentak di 44 titik wilayah DKI Jakarta, memastikan warga ibu kota juga mendapatkan manfaat langsung dari program ini.

Direktur Utama Bulog menegaskan bahwa GPM bukan hanya sekadar distribusi pangan murah, melainkan instrumen penting untuk menekan gejolak harga dan menjaga inflasi. Program ini memastikan bahwa rakyat dapat memperoleh pangan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga menekankan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama pemerintah. Beliau mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk lebih aktif dalam memantau harga pangan di wilayah masing-masing, menunjukkan pentingnya peran daerah dalam mendukung GPM.

Mendagri menyarankan adanya koordinasi intensif melalui forum komunikasi, seperti grup WhatsApp yang diikuti kepala dinas terkait, untuk melaporkan perkembangan harga bahan pokok secara berkala. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam pengawasan dan transparansi, didukung oleh layanan aduan publik Bella Bulog di 0811 1967 016.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi