Pemkab Natuna Gelar Pasar Bahan Pokok Murah di Pulau Panjang, Harga Lebih Hemat Hingga Rp8.000

Pemerintah Kabupaten Natuna sukses menggelar pasar bahan pokok murah di Pulau Panjang, tawarkan harga lebih hemat hingga Rp8.000 untuk stabilisasi kebutuhan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Natuna Gelar Pasar Bahan Pokok Murah di Pulau Panjang, Harga Lebih Hemat Hingga Rp8.000
Pemerintah Kabupaten Natuna sukses menggelar pasar bahan pokok murah di Pulau Panjang, tawarkan harga lebih hemat hingga Rp8.000 untuk stabilisasi kebutuhan masyarakat. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, baru-baru ini menggelar kegiatan pasar murah di Kecamatan Pulau Panjang. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga stabilisasi harga kebutuhan pokok masyarakat di wilayah tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Natuna dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi warganya.

Pasar murah ini secara khusus menghadirkan berbagai jenis bahan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar pada umumnya. Kehadiran pasar murah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga komoditas pangan. Acara ini berlangsung pada Sabtu pagi, 29 November, dan mendapatkan antusiasme tinggi dari warga setempat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Natuna, Marwan Sjah Putra, menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan bagian dari kunjungan Bupati Natuna, Cen Sui Lan, ke wilayah tersebut. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di Pulau Panjang, serta memberikan solusi konkret melalui program-program pro-rakyat.

Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Disperindagkopum secara aktif menghadirkan bahan pokok murah dalam kegiatan pasar murah di Pulau Panjang. Langkah ini diambil sebagai strategi konkret untuk menstabilkan harga kebutuhan dasar masyarakat. Berbagai jenis bahan pokok esensial seperti beras SPHP, gula pasir, tepung terigu, dan minyak goreng tersedia dengan harga yang sangat kompetitif.

Kegiatan pasar murah ini menunjukkan komitmen Pemkab Natuna dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Dengan menyediakan bahan pokok yang lebih murah, pemerintah berharap dapat mengurangi tekanan inflasi lokal dan memastikan akses pangan yang merata. Partisipasi aktif dari berbagai dinas terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna yang menangani beras, menunjukkan sinergi antarlembaga.

Marwan Sjah Putra menyampaikan bahwa harga bahan pokok yang dijual di pasar murah ini lebih hemat sekitar Rp5.000 hingga Rp8.000 dari harga pasaran. Selisih harga yang signifikan ini tentu sangat membantu masyarakat Pulau Panjang. Keberhasilan program bahan pokok murah Natuna ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain untuk dampak yang lebih luas.

Dalam pasar murah yang diselenggarakan Pemkab Natuna, masyarakat Pulau Panjang dapat membeli beras dengan harga Rp58.000 per kemasan lima kilogram. Gula pasir ditawarkan seharga Rp12.000 per kilogram, sementara tepung terigu dijual Rp10.000 per kilogram. Minyak goreng juga tersedia dengan harga Rp15.000 per liter, menawarkan penghematan yang substansial bagi konsumen.

Marwan Sjah Putra membandingkan harga tersebut dengan harga pasar reguler, "Untuk beras gonggong di pasaran sekitar Rp75.000, minyak goreng Rp22.000 per liter, tepung terigu Rp13.000 per kilogram, dan gula pasir Rp19.000 per kilogram." Perbandingan ini jelas menunjukkan keuntungan yang didapatkan masyarakat dari program bahan pokok murah Natuna.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, kuota bahan pokok yang disediakan di Pulau Panjang cukup besar. Sebanyak 400 liter minyak goreng, 300 kilogram tepung terigu, dan 300 kilogram gula pasir disiapkan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, "Alhamdulillah seluruhnya habis terjual dalam waktu kurang dari dua jam," kata Marwan, menunjukkan betapa efektifnya program ini.

Keberhasilan pasar murah di Pulau Panjang mendorong Pemkab Natuna untuk memperluas jangkauan program serupa ke wilayah lain. Pada hari yang sama, kegiatan pasar murah juga digelar di Kecamatan Subi pada Sabtu siang. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk pemerataan akses bahan pokok murah di seluruh Natuna.

Meskipun kuota di Kecamatan Subi lebih sedikit dibandingkan di Pulau Panjang, pasar murah di Subi menawarkan variasi produk tambahan. "Kuota di Kecamatan Subi memang lebih sedikit dari Pulau Panjang, tetapi ada juga telur ayam, tentunya dijual lebih murah," ujar Marwan, menandakan adanya penyesuaian kebutuhan lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna, Wan Syazali, menambahkan bahwa beras yang dijual adalah beras bermutu medium dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). "Beras yang kita bawa khusus untuk di Pulau Panjang sekitar 35 sak (kemasan lima kilogram). Tapi untuk di Subi lebih banyak," jelasnya, memastikan kualitas dan ketersediaan beras SPHP dalam program bahan pokok murah Natuna ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi