Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, telah mengalokasikan dana sebesar Rp700 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Dana ini diperuntukkan bagi program subsidi harga sejumlah bahan pokok di wilayah tersebut. Inisiatif ini merupakan upaya Pemkab Natuna untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Kabupaten Natuna, Marwan Sjah Putra, mengonfirmasi bahwa anggaran tersebut akan menyubsidi tiga komoditas pangan utama. Komoditas yang dimaksud adalah telur, gula pasir, dan tepung terigu, yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Program subsidi bahan pokok ini akan disalurkan melalui kegiatan pasar murah yang direncanakan berlangsung di setiap kecamatan. Pelaksanaan program ini juga bertujuan untuk menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek dan Ramadhan 2026, memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan.
Advertisement
Advertisement
Fokus Subsidi dan Mekanisme Penyaluran Bahan Pokok Natuna
Marwan Sjah Putra menjelaskan bahwa fokus subsidi Pemkab Natuna adalah pada tiga komoditas spesifik, yaitu gula pasir, tepung terigu, dan telur. Keputusan ini diambil karena komoditas beras dan minyak goreng telah menjadi tugas serta tanggung jawab Perum Bulog dalam penyediaan dan stabilisasi harganya.
Penyaluran bahan pangan bersubsidi ini akan dilakukan secara bertahap melalui kegiatan pasar murah yang terencana. Program ini dirancang untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Natuna, meliputi 17 kecamatan yang ada.
Setiap kecamatan diupayakan akan mendapatkan kesempatan pelaksanaan pasar murah sebanyak dua hingga tiga kali. Hal ini bertujuan untuk memastikan pemerataan akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.
Advertisement
Advertisement
Dampak Subsidi Terhadap Harga Pangan di Natuna
Melalui program Subsidi Bahan Pokok ini, masyarakat Natuna dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang signifikan lebih rendah dari harga pasar. Marwan mengungkapkan bahwa selisih harga yang ditawarkan bisa mencapai hingga Rp5.000 per kilogram untuk beberapa komoditas.
Sebagai contoh konkret, harga telur sebelum adanya subsidi adalah Rp57.000 per papan, namun setelah subsidi, harganya turun menjadi Rp52.000 per papan. Penurunan harga yang serupa juga terjadi pada gula pasir, dari Rp17.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.
Tidak hanya itu, harga tepung terigu juga mengalami penurunan yang cukup berarti, dari Rp12.000 menjadi Rp8.000 per kilogram. Penurunan harga ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Advertisement
Advertisement
Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan Pasar Murah
Kegiatan pasar murah perdana yang menjadi bagian dari program Subsidi Bahan Pokok Natuna ini dijadwalkan akan dimulai pada Sabtu, 14 Februari 2026. Lokasi pertama yang akan menjadi titik pelaksanaan adalah Pantai Piwang, yang terletak di Kecamatan Bunguran Timur.
Marwan Sjah Putra menambahkan bahwa menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek dan Ramadhan 2026, fokus awal kegiatan akan diprioritaskan di wilayah Ranai. Ini menunjukkan strategi distribusi yang mempertimbangkan kepadatan penduduk dan kebutuhan di pusat keramaian.
Program ini secara khusus diselenggarakan dalam rangka menyambut momen penting tersebut, yang seringkali diikuti dengan peningkatan permintaan dan potensi kenaikan harga bahan pokok. Dengan adanya subsidi, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga.
Advertisement
Sumber: AntaraNews