Perdana, PLN IP Bidik Proyek PLTS Kapasitas 495 MW di Bangladesh
Inisiatif ini sejalan dengan rencana pengembangan proyek PLTS, yang tengah dibuka oleh Bangladesh Power Development Board (BPDB).
PT PLN Indonesia Power membidik proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 495 MW di Bangladesh. Proyek ini sekaligus dalam rangka memperkuat peran dalam transisi energi global.
Peluang pengembangan energi baru terbarukan di kancah internasional tersebut dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Bay Group, konglomerasi terkemuka asal Bangladesh.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmantamenyampaikan, kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat peran di pasar global, khususnya dalam pengembangan energi baru terbarukan.
"Ini merupakan proyek yang pertama bagi kami di Bangladesh, besar harapan kami proyek ini akan berjalan dengan baik. Kami menegaskan kerja sama ini sebagai langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar global," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (18/5).
Inisiatif ini sejalan dengan rencana pengembangan proyek PLTS, yang tengah dibuka oleh Bangladesh Power Development Board (BPDB), yang mencakup 10 lokasi strategis di berbagai wilayah Bangladesh.
Melalui kolaborasi ini, PLN Indonesia Power berpeluang untuk berpartisipasi dalam proses tender sekaligus memperluas portofolio bisnis di sektor energi bersih.
Dalam kerja sama tersebut, Bay Group menunjuk anak usahanya yakni Copenhagen Urban Solar Parks BD LTD (CUSP), perusahaan afiliasi Denmark-Bangladesh yang fokus pada pengembangan energi surya.
Dukung Transisi Energi Global
Nota kesepahaman ditandatangani Bernadus Sudarmanta dan Ziaur Rahman selaku Managing Director Bay Group sekaligus Chairman CUSP.
Lebih lanjut, Bernadus menambahkan, partisipasi dalam proyek PLTS di Bangladesh juga mencerminkan komitmen PLN Indonesia Power dalam mendukung agenda transisi energi global, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain kunci dalam industri pembangkitan berbasis energi terbarukan.
Ziaur Rahman mengatakan, kerja sama ini sebagai langkah awal kolaborasi strategis dalam pengembangan energi terbarukan di Bangladesh.
"Kami melihat PLN Indonesia Power sebagai mitra yang memiliki pengalaman dan kapabilitas kuat di sektor pembangkitan. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan energi surya di Bangladesh secara berkelanjutan," ujarnya.