Prabowo Targetkan 100 GW PLTS, MKI: Indonesia Kaya Sinar Matahari
Lantaran Indonesia sebagai Zamrud Khatulistiwa dikaruniai langsung oleh pancaran sinar matahari.
Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) melihat target Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 100 Gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai sebuah motivasi. Lantaran Indonesia sebagai Zamrud Khatulistiwa dikaruniai langsung oleh pancaran sinar matahari.
Ketua Pusat Usaha & Pelaksana Kegiatan MKI Bakti S Luddin menilai, target tersebut bisa jadi pelecut agar Indonesia tidak seperti Filipina, yang masih bergantung pada pasokan batubara impor untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
"Nah kita punya matahari banyak di sini kan gitu. Jadi memang 100 gigawatt ini walaupun kelihatannya kayaknya bombastis gitu ya, tapi ya kita harus coba turunkan, mencernanya, menurunkannya lagi, gimana nih caranya nih bisa terjadi," ujarnya di Jakarta, dikutip Minggu (19/4).
Battery Energy Storage System
Bakti pun mendukung rencana PT PLN (Persero), yang siap memulai eksekusi PLTS ditopang dengan sistem penyimpanan energy baterai atau Battery Energy Storage System (BESS). Menurutnya, langkah itu efektif untuk menyimpan pancaran sinar matahari di siang hari sebagai energi kelistrikan di malam hari.
"Jadi caranya gimana? Caranya ya pada waktu ada matahari energi yang diambil dari matahari untuk jadi listrik disimpan di baterai. Nanti baterai ini bisa dipakai selama 4 jam misalnya," jelas dia.
"Kami dari MKI sih melihatnya ini sesuatu yang yang incredible dan sangat bagus. Kita semua udah juga merespons, dan PLN sendiri juga kelihatannya sudah siap gitu ya," dia menekankan.
Lelang Proyek PLTS
Menurut informasi yang didapatnya, PLN bakal segera menggelar lelang kepada pihak-pihak yang berminat untuk ikut serta dalam proyek PLTS tersebut. Adapun secara rencana, PLN rencana memulai 21 proyek PLTS dan PLTS+BESS di semester I 2026.
"Akan ada beberapa kali tender saya dengar, iya kan, walaupun mereka juga harus mendaftar dulu di PLN kalau untuk mau ikut project PLTS ini gitu loh," ungkap Bakti.
"Jadi melihatnya kita positif aja terhadap itu. Kalau berapa ribu desa di Indonesia, iya kan, satu desanya saja satu mega (terpasang PLTS), seribu desa sudah seribu mega. Jadi kami dari MKI sih melihatnya positif," tuturnya.
PLTS Untuk Kurangi Konsumsi BBM
PT PLN (Persero) siap memulai eksekusi 21 proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), termasuk yang ditopang dengan sistem penyimpanan energy baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) pada semester I 2026. Langkah ini diinisiasi untuk mengalihkan konsumsi BBM impor di sektor ketenagalistrikan.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, inisiasi proyek PLTS ini dimaksudkan untuk menggeser energi mahal menjadi energi yang lebih murah. Sekaligus mengalihkan pemakaian energi fosil menjadi energi baru terbarukan (EBT).
"Untuk itu di semester 1 sudah ada 21 proyek PLTS dan juga PLTS + battery energy storage system yang sudah siap dieksekusi. Ini masih akan ditambah dengan program-program spesifik menggunakan battery energy storage system dalam skala yang besar," ungkapnya beberapa waktu lalu.
"Dan juga PLTS dalam skala yang besar untuk agar bisa mengurangi konsumsi BBM yang masih berbasis pada impor," dia menekankan.
Menurut proyeksi PLN, 21 proyek PLTS ini ditargetkan bisa commercial operation date (COD) mulai 2026 ini hingga 2028 mendatang. Seluruhnya diestimasi memiliki total kapasitas hingga 513 MWp.
Daftar 21 Proyek PLTS
Berikut daftar 21 proyek PLTS+BESS yang siap dieksekusi:
1. PLTS Belinyu, Belitung (1 MWp), COD 2027
2. PLTS Weda, Maluku Utara (5 MWp), COD 2028
3. PLTS Timika, Papua Tengah (10 MWp), COD 2027
4. PLTS Terapung Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah (100 MWp), COD 2027
5. PLTS Terapung Saguling, Jawa Barat (60 MWp), COD 2027
6. PLTS Bawean, Jawa Timur (6 MWp), COD 2028
7. PLTS Bawean, Jawa Timur (3 MWp), COD 2029
8.PLTS Terapung Karangkates, Jawa Timur (100 MWp), COD 2027
9. PLTS Sepanjang-1, Jawa Timur (1 MWp), COD 2027
10. PLTS Sepanjang-2, Jawa Timur (0,6 MWp), COD 2027
11. PLTS Sumba-1 (5 MWp), COD 2026
12. PLTS Sumba-2, NTT (5 MWp), COD 2027
13. PLTS Sumba-3, NTT (5 MWp), COD 2027
14. PLTS Alor, NTT (1,2 MWp), COD 2026
15. PLTS Lembata-1, NTT (3 MWp), COD 2026
16. PLTS Lembata-2, NTT (3 MWp), COD 2026
17. PLTS Rote-1, NTT (1,2 MWp), COD 2026
18. PLTS Rote-2, NTT (2 MWp), COD 2026
19. PLTS Rote-3, NTT (1 MWp), COD 2028
20. PLTS+BESS Banyuwangi, Jawa Timur (100 MWp), COD 2027
21. PLTS+BESS Pagerwojo, Jawa Timur (100 MWp), COD 2027