Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Energi, Sumber Daya, dan Mineral (ESDM) secara tegas menyatakan komitmennya. Mereka berkolaborasi dalam percepatan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkekuatan 100 gigawatt (GW) di Indonesia. Langkah ini menjadi prioritas utama pemerintah untuk masa depan energi nasional.
Program ambisius PLTS 100 GW ini merupakan inisiatif strategis yang dicanangkan untuk mengurangi beban subsidi listrik dan bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, program ini juga bertujuan mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dikenal mahal dan kurang efisien. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Jakarta pada Sabtu, 20 September.
Presiden RI Prabowo Subianto juga telah menekankan pentingnya program ini tanpa menambah beban subsidi. Oleh karena itu, seluruh kementerian dan PT PLN (Persero) diharapkan bergerak cepat dengan perhitungan matang dan satu data. Ini menjadi kunci keberhasilan transisi energi nasional menuju kemandirian yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menjelaskan bahwa pendekatan dalam pengembangan PLTS 100 GW harus berbasis analisis keekonomian per wilayah. Hal ini penting untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan program. Analisis ini akan memungkinkan perhitungan detail biaya pokok pembangkitan di setiap daerah.
Selain itu, kebutuhan baterai sebagai penunjang stabilitas pasokan listrik dari PLTS juga akan dihitung secara cermat. Integrasi dengan sistem kelistrikan yang sudah ada menjadi fokus utama agar transisi berjalan mulus. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan sistem energi yang lebih stabil dan efisien di seluruh Indonesia.
Pemerintah berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada kapasitas, tetapi juga pada aspek keberlanjutan ekonomi. Dengan demikian, program PLTS 100 GW dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan negara. Ini merupakan langkah nyata menuju masa depan energi yang lebih bersih dan terjangkau.
Advertisement
Advertisement
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa program PLTS 100 GW harus menjadi terobosan besar bagi transisi energi nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga untuk mencapai target ini. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan jelas agar biaya pembangunan PLTS tidak menambah beban subsidi.
Bahlil menambahkan, "Karena itu, seluruh Kementerian dan PLN harus bergerak cepat dengan perhitungan yang matang dan satu data." Pernyataan ini menunjukkan urgensi dan keseriusan pemerintah dalam mengimplementasikan program. Semua pihak terkait harus bekerja sama secara efektif dan efisien.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan kesiapan penuh PLN dalam menjalankan strategi konversi PLTD menjadi energi terbarukan, termasuk PLTS. PLN berkomitmen mendukung transisi ini dengan tetap menjaga keandalan sistem dan keekonomian energi. "Kami sedang menyiapkan data terkini yang riil mulai dari konsumsi, kebutuhan, hingga proyeksi tambahan demand," ucap Darmawan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews