Pemprov DKI Lengkapi Huntara Warga Bantaran Rel Senen dengan Air PAM dan Listrik PLN
Total huniannya tersedia mencapai 324 unit dan ditargetkan mulai dihuni pada bulan Juni 2026.
Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga bantaran rel di kawasan Senen, Jakarta Pusat, kini memasuki tahap akhir. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan tempat tinggal yang lebih layak bagi warga terdampak.
"Dari Pemprov memfasilitasi pemindahan warga yg ada di bantaran rel, sambungan air PAM dan listrik PLN," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Kelik Indriyanto, dalam keterangannya, Minggu (26/4).
Huntara ini dibangun di atas lahan milik PT Angkasa Pura, yang berlokasi di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat.
324 Unit
Total huniannya tersedia mencapai 324 unit dan ditargetkan mulai dihuni pada bulan Juni 2026.
"Jumlah unit hunian sementara yang disiapkan sejumlah 324 unit," ungkap dia.
Dia juga berharap, hunian sementara ini dapat benar-benar menyasar warga bantaral rel senen secara menyeluruh.
Sementara Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menegaskan bahwa pembangunan huntara bagi warga bantaral rel senen merupakan sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia menyebut, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan lokasi lain bagi warga terdampak relokasi.
"Pemprov DKI telah menyiapkan 3 rusun (Nagrak, Rorotan, dan PIK Pulogadung) sebagai opsi relokasi sementara tambahan bagi warga terdampak," ucar Chico dalam keterangannya, Minggu (26/4).
Selain memfasilitasi air PAM dan listrik PLN, Chico mengatakan Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan akan memastikan akses layanan existing di sekitar Senen.
"Kami berkomitmen agar hunian ini benar-benar layak huni dan terintegrasi dengan ekosistem kota," ungkap dia.
Instruksi Presiden Prabowo
Sebagai informasi, pembangunan huntara ini merupakan rangkaian tindak lanjut pasca blusukan Presiden Prabowo Subianto ke bantaran rel senen, pada 26 Maret 2026 lalu.
Ia juga menginstruksikan kepada PT KAI inventarisasi kawasan dan warga yang tinggal di sekitar jalur rel, sekaligus melakukan pengamanan area perkeretaapian.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari peninjauan Presiden di kawasan bantaran rel sekitar Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3), yang menjadi awal percepatan penataan kawasan di sekitar jalur rel kereta api.
"KAI mendukung instruksi Presiden melalui inventarisasi permukiman warga di sekitar jalur rel dan pengamanan area. Kami berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk solusi jangka pendek, serta dengan kementerian dan pihak lainnya untuk langkah jangka panjang," ujar Bobby dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (27/3).
Selain itu, Presiden menekankan perlunya penyiapan solusi hunian yang terstruktur melalui kolaborasi dengan kementerian terkait, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Bobby mengatakan untuk kawasan Pasar Senen, KAI akan melakukan pengecekan dan kajian lanjutan sebagai tahap awal, yang kemudian diperluas ke titik lainnya di sepanjang jalur kereta api.
Penataan kawasan bantaran rel diarahkan untuk menghadirkan hunian yang layak sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib di sekitar jalur rel.