Belanja Wisatawan Sleman Selama Nataru 2025-2026 Tembus Rp362 Miliar, Lampaui Target Awal
Dinas Pariwisata Sleman mencatat **belanja wisatawan Sleman Nataru** 2025-2026 mencapai Rp362,79 miliar, melebihi proyeksi awal. Simak rincian pengeluaran dan destinasi favoritnya yang didominasi wisatawan domestik dari Pulau Jawa!
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaporkan perputaran uang yang signifikan dari wisatawan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Estimasi total belanja wisatawan yang berkunjung ke wilayah ini diperkirakan mencapai sekitar Rp362,79 miliar.
Periode pencatatan libur Nataru berlangsung dari tanggal 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, menunjukkan geliat ekonomi pariwisata yang kuat di Sleman. Angka ini mencerminkan daya tarik Sleman sebagai destinasi liburan favorit bagi banyak pengunjung.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, mengungkapkan bahwa realisasi ini jauh melampaui target awal yang ditetapkan, menandakan keberhasilan sektor pariwisata daerah. Mayoritas wisatawan berasal dari domestik, khususnya Pulau Jawa.
Rincian Pengeluaran dan Lama Tinggal Wisatawan
Kus Endarto menjelaskan bahwa rata-rata belanja wisatawan selama berada di Kabupaten Sleman diperkirakan mencapai sekitar Rp853 ribu per orang. Proyeksi awal untuk belanja wisatawan berada dalam rentang Rp750 ribu hingga Rp1 juta.
Tiga kelompok belanja terbesar wisatawan adalah akomodasi, kuliner, dan oleh-oleh. Akomodasi menyumbang sekitar 30,45 persen dari total pengeluaran, diikuti oleh kuliner sebesar 24,75 persen, dan oleh-oleh sebesar 15,23 persen.
Durasi lama tinggal wisatawan di Kabupaten Sleman rata-rata mencapai 1,53 hari, sesuai dengan target 1 hingga 2 hari yang ditetapkan. Tingkat keterisian hotel selama periode 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 juga tercatat tinggi, yaitu sebesar 72,5 persen.
Pergerakan dan Destinasi Favorit di Sleman
Selama masa pencatatan Nataru, pergerakan wisatawan di destinasi wisata Kabupaten Sleman mencapai 833.436 kunjungan. Angka ini didominasi oleh wisatawan domestik dengan 827.605 kunjungan, atau sekitar 99,31 persen dari total.
Hampir 90 persen wisatawan Nusantara yang berkunjung ke Sleman berasal dari Pulau Jawa. Hal ini menunjukkan potensi besar pasar domestik dari pulau tersebut.
Sekitar 97,51 persen wisatawan mengunjungi sepuluh destinasi favorit di Sleman. Tiga destinasi terpopuler adalah kawasan lereng Gunung Merapi (Lava Tour) Kaliadem di Cangkringan dengan 38,88 persen kunjungan, Candi Prambanan dengan 26,31 persen, dan kawasan wisata alam Kaliurang dengan 16,37 persen.
Destinasi wisata alam menjadi pilihan utama bagi 56,34 persen wisatawan yang berkunjung ke Sleman. Sementara itu, destinasi wisata budaya menarik 27,62 persen pengunjung, dan sisanya memilih destinasi wisata buatan.
Melampaui Proyeksi Target Belanja Wisatawan
Dinas Pariwisata Sleman sebelumnya menargetkan pergerakan wisatawan berada di kisaran 250.000 hingga 300.000 kunjungan. Target ini didominasi oleh wisatawan nusantara, utamanya dari Pulau Jawa, sekitar 90 hingga 95 persen.
Dengan realisasi pergerakan wisatawan yang mencapai 833.436, angka tersebut jauh melampaui target yang ditetapkan. Ini menunjukkan daya tarik Sleman yang sangat kuat selama periode libur Nataru.
Estimasi perputaran uang yang awalnya diproyeksikan antara Rp187,5 miliar sampai Rp600 miliar juga berhasil dicapai dengan angka Rp362,79 miliar. Keberhasilan ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.
Sumber: AntaraNews