Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai objek wisata di wilayahnya selama momentum liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Data terbaru menunjukkan total 4.395.301 orang pelancong memadati destinasi-destinasi populer di Jateng. Angka ini menandai pertumbuhan positif sektor pariwisata daerah tersebut, memperlihatkan daya tarik yang kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Muhamad Masrofi, mengungkapkan data tersebut di Semarang pada Senin (5/1). Ia menambahkan bahwa tingkat kunjungan wisatawan di Jawa Tengah ini mengalami kenaikan sebesar 2,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode 20 Desember hingga 4 Januari 2025, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jateng tercatat sebanyak 4,3 juta orang.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa momentum liburan akhir tahun menjadi pendorong utama bagi sektor pariwisata di Jawa Tengah. Wisatawan cenderung memanfaatkan waktu luang untuk menjelajahi berbagai keindahan alam dan budaya yang ditawarkan provinsi ini, dengan preferensi khusus terhadap destinasi yang menawarkan pengalaman berkesan namun tetap hemat biaya.
Advertisement
Advertisement
Beberapa objek wisata di Jawa Tengah menjadi magnet utama bagi para pelancong selama periode Nataru 2025-2026, menunjukkan preferensi yang beragam dari masyarakat. Destinasi-destinasi ini berhasil menarik jutaan pengunjung dengan karakteristik uniknya masing-masing.
Kota Lama Semarang menempati peringkat pertama sebagai destinasi terfavorit dengan 508.673 pelancong yang berkunjung. Diikuti oleh Masjid Agung Demak dengan 340.436 wisatawan, Makam Sunan Kalijaga yang menarik 309.199 orang, serta Candi Prambanan dengan 264.188 pengunjung. Masjid Raya Sheikh Zayed Solo juga menjadi daya tarik dengan 192.048 orang, dan Candi Borobudur dikunjungi sebanyak 166.152 pelancong.
Menurut Muhamad Masrofi, pola perjalanan wisata masyarakat di Jateng menunjukkan kecenderungan untuk mengunjungi destinasi yang hemat dan tidak memerlukan biaya tiket masuk. Fenomena ini terlihat jelas pada popularitas Kota Lama Semarang, di mana pengunjung tidak dipungut biaya untuk menikmati lokasinya. Hal ini menjadi daya tarik utama yang membuat banyak orang tertarik berkunjung, ditambah lagi dengan keberadaan wisata kuliner dan spot foto yang menarik.
Advertisement
Meskipun demikian, wisatawan tetap melakukan pembelanjaan, yang kecenderungannya dialihkan ke wisata kuliner dan kunjungan ke pusat oleh-oleh. Beberapa objek wisata lain yang juga menjadi tujuan favorit pelancong meliputi kawasan Dieng Banjarnegara, Pantai Karang Jahe Rembang, Museum Lawang Sewu Semarang, dan Owabong Purbalingga.
Advertisement
Selain destinasi spesifik, sebaran kunjungan wisatawan juga menunjukkan beberapa daerah di Jawa Tengah menjadi primadona. Kota dan kabupaten ini berhasil menarik jumlah pengunjung yang sangat besar selama liburan Natal dan Tahun Baru.
Kota Semarang menduduki peringkat pertama sebagai daerah tujuan utama dengan tingkat kunjungan sebanyak 766.126 pelancong. Kabupaten Klaten berada di urutan kedua dengan 617.038 pelancong, sementara Kabupaten Demak menempati urutan ketiga dengan 571.431 pelancong. Selanjutnya, Kabupaten Rembang menarik 370.854 pelancong, dan Kota Surakarta dikunjungi oleh 330.582 pelancong.
Puncak keramaian liburan Natal dan Tahun Baru di Jawa Tengah terjadi pada Minggu, 28 Desember 2025, dan Kamis, 1 Januari 2026. Pada tanggal-tanggal tersebut, objek-objek wisata dan daerah tujuan mengalami kepadatan pengunjung yang signifikan.
Advertisement
Data ini menegaskan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi pariwisata yang sangat besar dan terus berkembang. Dengan beragam pilihan destinasi, mulai dari situs sejarah, religi, hingga alam dan kuliner, provinsi ini mampu memenuhi berbagai selera wisatawan.
Sumber: AntaraNews