Arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, menunjukkan tren penurunan signifikan. Data terbaru mengungkapkan bahwa volume penumpang yang berangkat dari terminal ini mengalami penurunan hingga 51 persen dibandingkan dengan periode mudik Lebaran 2025. Penurunan drastis ini menjadi sorotan utama, mengingat Terminal Kalideres merupakan salah satu titik keberangkatan penting bagi pemudik di wilayah Jakarta.
Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, mengonfirmasi data tersebut saat dihubungi di Jakarta pada Selasa malam. Ia menyatakan bahwa jumlah penumpang yang berangkat dalam masa angkutan Lebaran tahun 2026 ini jauh lebih sedikit. Penurunan ini menimbulkan pertanyaan mengenai perubahan pola perjalanan masyarakat menjelang hari raya Idulfitri.
Prasetyo menjelaskan bahwa ada dua faktor utama yang diduga menjadi penyebab anjloknya jumlah pemudik melalui Terminal Kalideres. Kedua faktor ini berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah dan kebiasaan liburan masyarakat. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang dari fenomena ini terhadap sektor transportasi dan pariwisata.
Advertisement
Advertisement
Data Penurunan Signifikan Penumpang Mudik
Penurunan jumlah penumpang di Terminal Kalideres pada Lebaran 2026 sangat mencolok jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang dihimpun ANTARA, pada H-3 Lebaran 2025, Terminal Kalideres memberangkatkan 6.115 orang. Angka ini kemudian menurun menjadi 3.634 orang pada H-2, dan 1.546 orang pada H-1 Lebaran 2025.
Kontras dengan tahun sebelumnya, jumlah penumpang pada H-3 Lebaran 2026 hanya mencapai 3.653 orang. Penurunan juga terlihat pada H-2 dengan 1.745 orang, serta H-1 yang hanya 940 orang. Perbandingan angka ini secara jelas menunjukkan adanya pergeseran besar dalam preferensi atau kemampuan masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik melalui Terminal Kalideres.
Selisih angka yang signifikan ini mengindikasikan bahwa Terminal Kalideres mengalami dampak yang cukup besar dari perubahan perilaku mudik. Data ini menjadi bukti konkret atas **penurunan arus mudik Terminal Kalideres** yang telah disampaikan oleh Kepala Terminal.
Advertisement
Advertisement
Faktor Penyebab Anjloknya Volume Arus Mudik
Nur Prasetyo mengidentifikasi dua faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan volume arus mudik Lebaran 2026. Faktor pertama adalah adanya program mudik gratis yang diselenggarakan oleh berbagai pihak. Program ini memberikan alternatif bagi masyarakat untuk pulang kampung tanpa biaya, sehingga mengurangi ketergantungan pada transportasi berbayar seperti bus antarkota antarprovinsi.
Faktor kedua adalah jarak libur yang relatif pendek antara perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan angkutan Lebaran 2026. Prasetyo menilai bahwa durasi liburan yang cukup panjang saat Nataru telah membuat banyak masyarakat menunda atau mengurangi rencana liburan Lebaran mereka. Masyarakat cenderung tidak akan melakukan dua kali perjalanan pulang kampung dalam waktu berdekatan.
Pendeknya jeda waktu ini, sekitar tiga bulan, membuat masyarakat mempertimbangkan kembali prioritas perjalanan mereka. Banyak yang mungkin telah menghabiskan waktu dan biaya untuk liburan Nataru, sehingga mengurangi keinginan untuk mudik Lebaran. Kedua faktor ini secara sinergis menyebabkan **penurunan arus mudik Terminal Kalideres** yang cukup drastis.
Advertisement
Sumber: AntaraNews