InJourney Airports Catat Peningkatan Penumpang Pesawat 5 Persen di Kuartal I 2026

InJourney Airports berhasil melayani 38,20 juta penumpang pesawat pada Kuartal I 2026, menunjukkan kenaikan signifikan 5 persen. Simak detail peningkatan dan strategi InJourney Airports selanjutnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
InJourney Airports Catat Peningkatan Penumpang Pesawat 5 Persen di Kuartal I 2026
InJourney Airports berhasil melayani 38,20 juta penumpang pesawat pada Kuartal I 2026, menunjukkan kenaikan signifikan 5 persen. Simak detail peningkatan dan strategi InJourney Airports selanjutnya. (AntaraNews)

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat kenaikan signifikan jumlah pergerakan penumpang pesawat di 37 bandara yang dikelolanya. Total penumpang mencapai 38,20 juta pada Kuartal I 2026, meningkat 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 36,38 juta. Peningkatan ini menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan sektor penerbangan nasional yang kuat.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menjelaskan bahwa dari total tersebut, 28,38 juta penumpang berasal dari rute domestik, sementara 9,82 juta penumpang merupakan rute internasional. Kenaikan ini juga diiringi dengan peningkatan pergerakan pesawat sebesar 8,7 persen, dari 275.782 menjadi 299.759 penerbangan.

Peningkatan lalu lintas penerbangan ini didorong oleh tingginya permintaan selama periode libur Natal dan Tahun Baru Januari 2026, serta Angkutan Lebaran 1447 Hijriah pada Maret 2026. InJourney Airports berhasil mengakomodasi lonjakan permintaan ini melalui kolaborasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan di bandara.

Pertumbuhan Lalu Lintas Penerbangan yang Impresif

Peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat yang dicatat oleh InJourney Airports pada Kuartal I 2026 menjadi indikator positif bagi industri penerbangan Indonesia. Angka 38,20 juta penumpang menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk bepergian menggunakan pesawat tetap tinggi. Ini mencerminkan kepercayaan publik terhadap keamanan dan kenyamanan layanan penerbangan.

Mohammad R. Pahlevi menggarisbawahi bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi yang baik antarpihak terkait. Seluruh bandara yang berada di bawah pengelolaan InJourney Airports disiagakan 24 jam penuh selama periode puncak. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan penerbangan dan optimalisasi slot waktu di bandara.

Fokus pada pelayanan prima selama periode sibuk seperti libur Natal, Tahun Baru, dan Angkutan Lebaran menjadi kunci utama. Komitmen InJourney Airports dalam menjaga kelancaran operasional bandara terbukti mampu mengakomodasi lonjakan volume penumpang. Dukungan dari berbagai pihak menjadi fondasi kuat dalam mencapai target pelayanan ini.

Strategi InJourney Airports dalam Meningkatkan Konektivitas

InJourney Airports tidak hanya berfokus pada pelayanan saat periode puncak, tetapi juga aktif dalam memperkuat konektivitas penerbangan di Indonesia. Pembukaan rute-rute penerbangan baru, baik domestik maupun internasional, menjadi salah satu strategi utama. Ini merupakan hasil kolaborasi erat antara InJourney Airports dengan berbagai maskapai penerbangan.

Upaya ini sejalan dengan peran InJourney Airports sebagai agent of development dan value creator. Dengan memperluas jaringan rute, InJourney Airports berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Konektivitas yang lebih baik akan mendorong sektor pariwisata dan bisnis di berbagai daerah.

Untuk Kuartal II 2026, InJourney Airports telah menyiapkan fokus pelayanan khusus. Mereka akan memprioritaskan pelayanan calon jemaah haji selama periode angkutan haji. Selain itu, pelayanan untuk periode libur anak sekolah juga menjadi perhatian utama, menunjukkan adaptabilitas dalam menghadapi berbagai kebutuhan perjalanan.

Komitmen Transformasi dan Peningkatan Layanan Berkelanjutan

Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kualitas layanan, InJourney Airports berkomitmen untuk terus melakukan transformasi berkelanjutan. Transformasi ini mencakup tiga aspek utama yang dikenal sebagai 3P: premises, people, dan process. Aspek premises berfokus pada infrastruktur dan fasilitas kelas dunia di bandara.

Selanjutnya, aspek people menekankan pada pengembangan staf bandara dengan layanan kelas dunia. Ini memastikan bahwa setiap interaksi penumpang dengan petugas bandara memberikan pengalaman yang positif. Terakhir, aspek process mengarah pada operasional bandara berbasis ekosistem yang efisien dan terintegrasi.

Pahlevi menambahkan bahwa teknologi juga menjadi fungsi enabler yang krusial dalam transformasi ini. Pemanfaatan teknologi canggih akan mendukung peningkatan efisiensi dan efektivitas operasional bandara. Dengan demikian, InJourney Airports berupaya memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh penumpang pesawat.

Berikut adalah lima bandara tersibuk yang dikelola InJourney Airports pada Kuartal I 2026 berdasarkan jumlah penumpang:

  • Bandara Soekarno-Hatta Tangerang: 13,48 juta penumpang
  • Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali: 5,34 juta penumpang
  • Bandara Juanda Surabaya: 3,21 juta penumpang
  • Bandara Sultan Hasanuddin Makassar: 2,34 juta penumpang
  • Bandara Kualanamu Deli Serdang: 1,80 juta penumpang

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi