Pertamina Patra Niaga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengambil langkah strategis terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan. Perusahaan mengalihkan pendistribusian BBM untuk nelayan di pulau-pulau terluar Kabupaten Bangka Selatan (Basel). Keputusan ini diambil menyusul kerusakan pada dermaga Pelabuhan Sadai, yang sebelumnya menjadi titik utama distribusi.
Pengalihan ini bertujuan memastikan keberlanjutan aktivitas penangkapan ikan oleh masyarakat nelayan di wilayah tersebut. Dermaga Pelabuhan Sadai yang rusak tidak memungkinkan lagi penyaluran langsung ke SPBU Satu Harga di pulau-pulau terluar. Oleh karena itu, kuota BBM bersubsidi kini dialihkan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sadai di Pulau Bangka.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Babel, Satriyo Wibowo Wicaksono, menjelaskan bahwa perbaikan dermaga diperkirakan memakan waktu dua bulan. Selama periode ini, nelayan dapat mengakses BBM bersubsidi melalui skema baru yang telah disiapkan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif terhadap perekonomian lokal.
Advertisement
Advertisement
Kerusakan Dermaga dan Dampaknya pada Distribusi BBM Nelayan
Selama ini, Pelabuhan Sadai menjadi pusat vital bagi Pertamina Patra Niaga Provinsi Kepulauan Babel dalam menyalurkan BBM bersubsidi. Distribusi ini ditujukan khusus untuk pulau-pulau terluar seperti Pulau Celagen, Pulau Penutuk, dan Pulau Lepar Pongok di Kabupaten Bangka Selatan. Ketiga pulau tersebut memiliki SPBU Satu Harga yang melayani kebutuhan mayoritas masyarakat nelayan.
Penyaluran BBM satu harga ke lembaga penyalur di pulau-pulau terluar sebelumnya berjalan lancar tanpa kendala berarti. Namun, kondisi berubah drastis setelah dermaga Pelabuhan Sadai mengalami kerusakan serius. Kerusakan ini secara langsung menghambat proses distribusi BBM yang esensial bagi operasional nelayan.
Akibat kerusakan dermaga, pasokan BBM tidak dapat lagi disalurkan secara langsung ke SPBU Satu Harga di pulau-pulau terluar tersebut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat nelayan. Pertamina segera mencari solusi alternatif untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga.
Advertisement
Perbaikan dermaga di Pelabuhan Sadai saat ini sedang berlangsung dan diperkirakan akan selesai dalam waktu sekitar dua bulan. Selama masa perbaikan ini, Pertamina berkomitmen untuk tetap melayani kebutuhan BBM nelayan melalui mekanisme pengalihan yang telah ditetapkan.
Advertisement
Solusi Pengalihan Kuota BBM untuk Nelayan
Menanggapi situasi mendesak ini, Pertamina Patra Niaga Babel memutuskan untuk mengalihkan kuota BBM bersubsidi. Kuota yang sebelumnya disalurkan melalui Pelabuhan Sadai kini dialihkan ke SPBU Sadai yang berlokasi di daratan Pulau Bangka. Langkah ini merupakan solusi cepat agar nelayan tetap bisa mendapatkan pasokan bahan bakar.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Babel, Satriyo Wibowo Wicaksono, menegaskan bahwa rekomendasi peralihan kuota BBM bersubsidi telah disetujui dan dapat segera dilayani. Kebijakan ini memastikan bahwa masyarakat nelayan di pulau-pulau terluar dapat melanjutkan aktivitas penangkapan ikan mereka. Ketersediaan BBM adalah kunci utama bagi keberlangsungan mata pencarian mereka.
Dengan adanya pengalihan ini, nelayan dari Pulau Celagen, Pulau Penutuk, dan Pulau Lepar Pongok kini dapat mengambil BBM bersubsidi di SPBU Sadai. Pertamina berupaya keras untuk memastikan proses peralihan ini berjalan lancar dan tidak menimbulkan hambatan baru bagi para nelayan. Komunikasi aktif terus dilakukan dengan pihak terkait.
Advertisement
Peralihan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan energi dan mendukung produktivitas sektor perikanan di Bangka Selatan. Pertamina terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta komunitas nelayan untuk memastikan kebutuhan BBM terpenuhi secara optimal.
Sumber: AntaraNews