Pemkot Pariaman Optimistis Capai Target Wisata 1,4 Juta Kunjungan pada 2026
Pemerintah Kota Pariaman menargetkan 1,4 juta kunjungan wisatawan pada 2026, sebuah angka yang realistis meskipun masih ada tantangan aksesibilitas utama.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, telah menetapkan target ambisius untuk sektor pariwisatanya. Mereka menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 1,4 juta orang pada tahun 2026 mendatang. Angka ini relatif tidak jauh berbeda dari realisasi kunjungan yang juga diperkirakan mencapai 1,4 juta pada tahun 2025.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menyatakan bahwa target tersebut dianggap realistis. Pernyataan ini disampaikan pada hari Jumat di Pariaman, mengacu pada analisis mendalam terhadap aksesibilitas menuju daerah tersebut.
Meskipun demikian, Pemkot Pariaman memperkirakan arus kunjungan wisatawan masih akan menghadapi kendala. Hal ini disebabkan oleh belum pulihnya akses transportasi utama di provinsi tersebut akibat dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.
Tantangan Aksesibilitas dan Realisme Target Kunjungan Wisata Pariaman
Salah satu faktor krusial yang mempengaruhi target kunjungan wisatawan adalah kondisi infrastruktur jalan. Ferialdi menyebutkan bahwa akses jalan nasional yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Bukittinggi, khususnya di kawasan Lembah Anai, belum sepenuhnya lancar. Jalur ini merupakan urat nadi transportasi utama di Sumatera Barat.
Kondisi jalan tersebut berdampak signifikan terhadap distribusi wisatawan menuju kota dan kabupaten penyangga, termasuk Pariaman. Banyak wisatawan dari Bukittinggi, Payakumbuh, Limapuluh Kota, bahkan dari sejumlah daerah di Provinsi Riau, mengandalkan jalur ini untuk mencapai Pariaman.
Berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait, pengerjaan perbaikan dan normalisasi jalan di kawasan Lembah Anai diperkirakan baru akan rampung sepenuhnya pada Juli 2026. Ini menjadi tantangan besar mengingat dua kegiatan wisata unggulan Pariaman, Piaman Barayo pada Maret dan Pesona Hoyak Tabuik Piaman pada Juni, dilaksanakan sebelum Juli dan biasanya menarik ratusan ribu wisatawan.
Meskipun ada kendala, Pemkot Pariaman tetap optimistis dengan target yang ditetapkan. Analisis terhadap aksesibilitas menjadi dasar utama dalam penetapan angka kunjungan yang dianggap realistis ini.
Strategi Pemkot Pariaman Optimalkan Potensi Wisata dan Kejar Target
Dalam menghadapi tantangan aksesibilitas, Pemkot Pariaman tidak berdiam diri. Mereka terus berupaya mengoptimalkan potensi wisata bahari dan budaya yang menjadi unggulan kota tersebut. Berbagai strategi telah disiapkan untuk menarik minat wisatawan.
Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah dengan merencanakan 43 kegiatan wisata sepanjang tahun 2026. Kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat mendatangkan banyak wisatawan dan menjaga dinamika pariwisata daerah. Kalender wisata untuk kegiatan tersebut akan segera dirilis dalam waktu dekat.
Meskipun kegiatan unggulan seperti Piaman Barayo dan Pesona Hoyak Tabuik Piaman terancam oleh masalah akses, Pemkot Pariaman berharap pengerjaan jalan di Lembah Anai dapat selesai lebih cepat. Penyelesaian perbaikan jalan yang lebih awal akan sangat membantu meningkatkan kunjungan wisatawan.
Peningkatan tajam kunjungan wisatawan pada semester kedua tahun 2026 sangat diharapkan. Hal ini krusial untuk mengejar target 1,4 juta kunjungan yang telah ditetapkan. Pemkot Pariaman berkomitmen penuh untuk mencapai tujuan pariwisata ini.
Sumber: AntaraNews