Disbudpar Tanjungpinang Optimistis Capai Target 100 Ribu Wisman di Tahun 2026
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang memasang Target Wisman Tanjungpinang 2026 sebanyak 100 ribu kunjungan, didukung strategi event internasional dan pembukaan jalur penerbangan baru untuk mendongkrak pariwisata.
Pemerintah Kota Tanjungpinang, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai angka 100 ribu orang pada tahun 2026. Target ambisius ini didasari optimisme Disbudpar Tanjungpinang yang telah menyiapkan berbagai strategi. Kepala Disbudpar Tanjungpinang, Muhammad Nazri, menyatakan keyakinannya terhadap realisasi Target Wisman Tanjungpinang 2026 yang signifikan ini.
Berbagai upaya telah dirancang guna menarik minat wisatawan asing untuk datang ke ibu kota Provinsi Kepulauan Riau ini. Salah satu strategi utama adalah penyelenggaraan kegiatan pariwisata bertaraf internasional yang dijadwalkan pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan dan menghidupkan kembali sektor pariwisata daerah.
Rencana ini muncul setelah melihat data kunjungan wisman periode Januari hingga Oktober 2025 yang mencapai 53 ribu orang, dengan target 63 ribu orang hingga Desember 2025. Meskipun target 2025 tidak terpenuhi, Disbudpar tetap bertekad untuk mencapai Target Wisman Tanjungpinang 2026 dengan persiapan yang lebih matang dan promosi yang masif.
Strategi Unggulan Mendongkrak Kunjungan Wisman
Untuk mencapai Target Wisman Tanjungpinang 2026, Disbudpar telah menyiapkan serangkaian agenda pariwisata bertaraf internasional. Beberapa event besar yang akan digelar pada tahun 2026 antara lain Dragon Boat Race dan Festival Sungai Carang. Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga akan menyelenggarakan Kepri Art Culture pada tahun yang sama, menambah daya tarik bagi wisatawan internasional.
Penjadwalan agenda wisata internasional ini disesuaikan dengan periode liburan di negara-negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura. Kedua negara ini merupakan kontributor terbesar dalam kunjungan wisman ke Tanjungpinang. Dengan demikian, diharapkan dapat memaksimalkan potensi kedatangan wisatawan dari pasar utama tersebut, mendukung tercapainya Target Wisman Tanjungpinang 2026.
Selain event, pembukaan kembali jalur penerbangan internasional di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang menjadi kunci penting lainnya. Pemerintah berencana membuka rute penerbangan dari India, Korea, dan Malaysia ke Tanjungpinang. Jalur penerbangan baru ini diharapkan dapat mempermudah akses dan secara signifikan meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan asing ke "Kota Gurindam" ini.
Potensi Pariwisata Budaya dan Tantangan yang Dihadapi
Tanjungpinang masih mengandalkan pariwisata budaya, religi, dan sejarah sebagai daya tarik utama bagi turis asing. Wisatawan dari Malaysia, Singapura, bahkan negara-negara Eropa seperti Italia, banyak tertarik pada kekayaan budaya dan sejarah yang ditawarkan. Promosi pariwisata ke negeri jiran seperti Johor, Malaysia, juga terus digencarkan melalui program Jiran Istimewa atau JIWA, guna mendukung Target Wisman Tanjungpinang 2026.
Rata-rata wisman yang datang ke Tanjungpinang saat ini menginap selama dua hari. Disbudpar berupaya meningkatkan durasi tinggal wisatawan dengan menyelenggarakan rangkaian agenda wisata yang lebih banyak dan berdurasi lebih panjang. "Kita upayakan event-event wisata digelar empat hari sehingga masa tinggal wisatawan lebih lama, karena ini tentu berefek ganda pada perekonomian daerah," ucap Nazri.
Meskipun memiliki potensi besar, Disbudpar mengakui bahwa kunjungan wisman pada tahun 2025 tidak dapat memenuhi target 100 ribu kunjungan. Hal ini dipicu oleh minimnya agenda wisata bertaraf internasional, promosi yang kurang masif, serta kondisi perekonomian regional dan internasional yang belum sepenuhnya pulih. Namun, dengan strategi baru, optimisme untuk mencapai Target Wisman Tanjungpinang 2026 tetap tinggi.
Sebagai perbandingan, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) per Oktober 2025 sudah mencapai 630 ribu orang, menunjukkan potensi pasar domestik yang sangat tinggi. Fokus pada peningkatan wisman diharapkan dapat menyeimbangkan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian daerah. Keberhasilan Target Wisman Tanjungpinang 2026 akan sangat bergantung pada implementasi efektif dari semua strategi yang telah direncanakan.
Sumber: AntaraNews