Pemkot Tanjungpinang Perkuat Program Pariwisata 2026, Targetkan Peningkatan Kunjungan Wisatawan
Pemkot Tanjungpinang meluncurkan program pariwisata strategis untuk tahun 2026 guna meningkatkan pengalaman wisatawan serta mendorong ekonomi lokal secara signifikan.
Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, telah menyiapkan program strategis untuk tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat sektor pariwisata di ibu kota provinsi tersebut. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pengalaman wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan ke wilayahnya terus menunjukkan peningkatan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan lonjakan signifikan baik dari wisatawan mancanegara maupun nusantara. Peningkatan ini menjadi dasar kuat bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Program ini akan fokus pada evaluasi menyeluruh terhadap pengalaman wisatawan, mulai dari transportasi hingga fasilitas wisata. Pemkot Tanjungpinang berkomitmen untuk berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kenyamanan pengunjung. Hal ini dilakukan demi menciptakan kesan positif bagi setiap wisatawan yang datang.
Peningkatan Kunjungan dan Evaluasi Pengalaman Wisatawan
Data kunjungan wisatawan ke Tanjungpinang menunjukkan tren yang menggembirakan. Pada tahun 2023, tercatat 57 ribu wisatawan mancanegara (wisman) dan 259 ribu wisatawan nusantara (wisnus) berkunjung ke kota ini. Angka ini terus melonjak, dengan 54 ribu wisman dan 592 ribu wisnus pada 2024, serta proyeksi 60 ribu wisman dan 639 ribu wisnus di tahun 2025.
Wali Kota Lis Darmansyah menjelaskan bahwa angka tersebut hanya mencakup wisatawan yang masuk melalui Tanjungpinang. Jumlah ini belum termasuk akses dari Batam dan Lagoi-Bintan yang juga merupakan pintu masuk penting ke Kepulauan Riau. Hal ini mengindikasikan potensi peningkatan yang lebih besar jika seluruh akses terintegrasi.
Pemkot Tanjungpinang bersama para pemangku kepentingan berkomitmen penuh untuk mengevaluasi pengalaman wisatawan. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek seperti transportasi, kualitas pelayanan, peran agen perjalanan, hingga ketersediaan fasilitas wisata. Langkah ini penting untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan peningkatan.
Sebagai bagian dari upaya ini, Pemkot berencana mengundang agen perjalanan dari Singapura dan pengelola wisata lokal. Acara gala dinner akan diselenggarakan untuk menampung masukan langsung dari para pengunjung dan pelaku industri. Masukan ini akan menjadi dasar perbaikan program pariwisata Tanjungpinang 2026.
Perbaikan Infrastruktur dan Koordinasi Lintas Sektor
Beberapa keluhan dari wisatawan telah diterima oleh Pemkot Tanjungpinang. Keluhan tersebut antara lain terkait pembatasan membawa hasil tangkapan bagi penggemar memancing dan keterbatasan transportasi di pelabuhan. Akses bagi wisatawan yang memiliki langganan juga menjadi perhatian utama yang perlu segera ditangani.
Wali Kota Lis Darmansyah menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mengatasi masalah ini. “Kami akan berkoordinasi dengan Pelindo, Bea Cukai, dan pihak terkait untuk menata pengaturan dan mempermudah akses, sehingga wisatawan merasa nyaman, baik saat kedatangan maupun kepulangan,” ujarnya. Tujuannya adalah agar wisatawan merasa nyaman baik saat kedatangan maupun kepulangan mereka.
Selain itu, Pemkot juga akan membenahi fasilitas kuliner, transportasi, dan objek wisata. Pembenahan ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang lebih positif bagi setiap pengunjung. Program perbaikan ini akan terus berjalan sepanjang tahun 2026, termasuk perbaikan sistem secara menyeluruh.
Lis Darmansyah menekankan bahwa wisatawan tidak bergerak begitu saja tanpa alasan. “Dibutuhkan kerja sama dan penyediaan fasilitas serta infrastruktur pendukung agar mereka tertarik datang ke Tanjungpinang,” ungkapnya. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mendukung program pariwisata.
Kalender Event Internasional dan Dampak Ekonomi Lokal
Pemkot Tanjungpinang telah menyiapkan kalender event pariwisata dan olahraga yang menarik. Jadwal event ini disesuaikan dengan hari libur wisatawan dari Singapura dan Malaysia, yang merupakan pasar utama pengunjung. Penyesuaian ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan ke kota ini.
Beberapa event berskala internasional akan digelar tahun ini, termasuk Dragon Boat Race dan Festival Sungai Carang. Acara-acara ini akan melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri, seperti Malaysia hingga Brunei Darussalam. Event ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Tanjungpinang di mata dunia.
Kedatangan wisatawan memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Meskipun dampaknya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) mungkin tidak selalu besar, sektor pariwisata memberikan manfaat langsung. Manfaat ini terutama dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan masyarakat yang melayani kebutuhan wisatawan.
Wali Kota Lis Darmansyah menjelaskan bahwa wisatawan memiliki daya beli yang cukup tinggi. “Manfaat sektor pariwisata lebih terasa bagi masyarakat yang langsung merasakan efek kunjungan wisatawan,” pungkasnya. Ini menunjukkan bahwa pariwisata adalah penggerak ekonomi kerakyatan yang efektif.
Sumber: AntaraNews