Bappenas Dorong Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Jadi Destinasi Wisata Sejarah Unggulan

Pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat didorong Bappenas sebagai destinasi wisata sejarah. Potensi besar ini diharapkan menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bappenas Dorong Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Jadi Destinasi Wisata Sejarah Unggulan
Pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat didorong Bappenas sebagai destinasi wisata sejarah. Potensi besar ini diharapkan menarik wisatawan domestik dan mancanegara. (AntaraNews)

Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas RI, Medrilzam, menyatakan bahwa pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, memiliki potensi besar. Proyek ini diharapkan dapat menjadi destinasi wisata sejarah dan kebudayaan yang menarik banyak pengunjung. Keberadaannya diyakini mampu menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, setelah rampung.

Medrilzam menegaskan bahwa Bappenas akan terus mendorong realisasi pembangunan fasilitas penting ini di pulau bersejarah tersebut. Hal ini tidak terlepas dari nilai sejarah kawasan Penyengat, termasuk kaitannya dengan lahirnya Bahasa Indonesia dari pulau mungil ini. Potensi tersebut akan semakin kuat apabila pembangunan museum dan monumen telah rampung sepenuhnya.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menambahkan bahwa peletakan batu pertama Museum dan Monumen Tugu Bahasa direncanakan berlangsung pada Juni 2026. Kehadiran museum dan monumen tersebut diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kepri, khususnya Tanjungpinang. Ini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan dan perputaran perekonomian lokal.

Potensi Wisata Sejarah dan Budaya Pulau Penyengat

Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang diakui memiliki potensi luar biasa sebagai pusat wisata sejarah dan kebudayaan. Deputi Bappenas, Medrilzam, secara langsung mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan serta kekayaan sejarah pulau ini setelah mengunjungi beberapa titik penting. Ia menyebutkan bahwa Pulau Penyengat bisa menjadi magnet tersendiri bagi para pelancong.

Kunjungan Medrilzam mencakup Masjid Penyengat, Balai Adat, serta lokasi yang direncanakan untuk pembangunan monumen dan museum. Ia menekankan bahwa sangat disayangkan jika berkunjung ke Kepri namun tidak menyempatkan diri ke Pulau Penyengat. Potensi ini dipercaya dapat menarik wisatawan mancanegara, terutama jika ada event berskala internasional yang diselenggarakan di sana.

Pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa akan semakin memperkuat daya tarik Pulau Penyengat. Fasilitas ini akan menjadi pusat informasi dan edukasi mengenai sejarah Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memperkaya wawasan sejarah dan budaya mereka.

Pulau Penyengat, Saksi Bisu Lahirnya Bahasa Indonesia

Nilai sejarah Pulau Penyengat tidak dapat dipisahkan dari peranannya dalam kelahiran Bahasa Indonesia. Pulau ini menjadi saksi bisu perkembangan bahasa yang kini menjadi identitas nasional bangsa. Medrilzam dari Bappenas secara khusus menyoroti kaitan erat antara Pulau Penyengat dan akar Bahasa Indonesia.

Keunggulan historis ini menjadi dasar kuat bagi Bappenas untuk terus mendorong realisasi pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa. Proyek ini diharapkan dapat mengabadikan dan memperkenalkan warisan linguistik tersebut kepada generasi mendatang. Dengan demikian, Pulau Penyengat akan semakin dikenal sebagai situs penting dalam sejarah kebahasaan Indonesia.

Keberadaan monumen dan museum ini akan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga dan melestarikan Bahasa Indonesia. Ini juga akan menjadi daya tarik unik yang membedakan Pulau Penyengat dari destinasi wisata lainnya. Wisatawan dapat mempelajari lebih dalam tentang asal-usul dan evolusi bahasa nasional kita di lokasi asalnya.

Proyek Pembangunan dan Dampak Ekonomi Lokal

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengonfirmasi bahwa persiapan pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa terus berjalan. Peletakan batu pertama proyek ini direncanakan pada Juni 2026, setelah proses lelang manajemen konstruksi selesai. Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen untuk mempercantik Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi.

Ansar Ahmad berharap kehadiran museum dan monumen ini akan menjadi daya tarik baru yang signifikan bagi sektor pariwisata. Peningkatan jumlah wisatawan, baik domestik maupun internasional, diharapkan akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal. Perputaran ekonomi di Tanjungpinang, khususnya di Pulau Penyengat, diproyeksikan akan meningkat.

Pemerintah daerah optimis bahwa investasi pada infrastruktur pariwisata seperti Museum dan Monumen Tugu Bahasa akan memberikan manfaat jangka panjang. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mengembangkan potensi pariwisata Kepulauan Riau secara berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi