Penerapan Buka Tutup Jalan Lembah Anai Kembali Berlaku 1 April, Pemudik Diimbau Waspada

Pemudik diimbau untuk memperhatikan jadwal! Penerapan buka tutup Jalan Lembah Anai kembali berlaku mulai 1 April 2026 setelah libur Idul Fitri, demi kelancaran arus lalu lintas dan perbaikan jalan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penerapan Buka Tutup Jalan Lembah Anai Kembali Berlaku 1 April, Pemudik Diimbau Waspada
Pemudik diimbau untuk memperhatikan jadwal! Penerapan buka tutup Jalan Lembah Anai kembali berlaku mulai 1 April 2026 setelah libur Idul Fitri, demi kelancaran arus lalu lintas dan perbaikan jalan. (AntaraNews)

Kota Padang Panjang – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat (Sumbar) bersama instansi terkait mengeluarkan imbauan penting bagi para pemudik. Imbauan ini terkait dengan pemberlakuan kembali sistem buka tutup jalan di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar. Kebijakan ini akan efektif berlaku mulai 1 April 2026, tepat setelah periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, menjelaskan bahwa penerapan sistem buka tutup ini akan mengikuti skema yang berlaku sebelum libur Lebaran. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran lalu lintas sekaligus mendukung proses perbaikan jalan yang masih berlangsung di area tersebut. Pemudik diharapkan dapat merencanakan perjalanan mereka dengan cermat.

Pemberlakuan sistem buka tutup jalan di Lembah Anai ini merupakan hasil koordinasi antara pihak kepolisian dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar dan Hutama Karya. Kedua instansi terakhir ini bertanggung jawab atas perbaikan jalan di Lembah Anai yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir bandang pada akhir November 2025. Kebijakan ini penting untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Sistem buka tutup jalan di kawasan Lembah Anai akan mulai berlaku pada 1 April 2026, setiap hari, dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Pembatasan akses ini secara khusus ditujukan untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Setelah jam operasional tersebut, kendaraan dari arah Kota Padang menuju Bukittinggi atau sebaliknya dapat kembali melintasi kawasan Lembah Anai secara normal.

AKP Pifzen Finot menegaskan bahwa tidak akan ada kebijakan khusus yang diberikan bagi pemudik arus balik yang melintasi kawasan Lembah Anai di atas tanggal 1 April 2026. Seluruh pengguna jalan wajib mematuhi sistem buka tutup yang telah ditetapkan. Hal ini untuk menjaga ketertiban dan kelancaran proses perbaikan jalan yang masih dikebut oleh pemerintah.

Hingga saat ini, pemerintah melalui BPJN Sumbar dan Hutama Karya terus berupaya keras menyelesaikan perbaikan jalan di Lembah Anai. Kerusakan parah akibat banjir bandang pada akhir November 2025 memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan buka tutup ini menjadi langkah penting untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

Pihak kepolisian mengimbau para pemudik yang berencana melintasi kawasan Lembah Anai untuk arus balik Lebaran agar memanfaatkan momentum sebelum tanggal 1 April 2026. Dengan demikian, mereka dapat menghindari pembatasan jam operasional yang akan diberlakukan. Perencanaan perjalanan yang matang sangat disarankan untuk menghindari potensi kemacetan atau penumpukan kendaraan.

Sebelumnya, Hutama Karya bersama BPJN Sumbar dan Ditlantas Polda Sumbar telah membuka secara penuh jalan Lembah Anai terhitung sejak H-10 hingga H+10 Idul Fitri 1447 Hijriah. Selain itu, instansi terkait juga menerapkan rekayasa lalu lintas dari arah Kota Padang menuju Kota Bukittinggi untuk mengurai penumpukan atau kemacetan yang mungkin terjadi. Langkah ini diambil untuk memberikan kelancaran maksimal selama puncak arus mudik dan balik Lebaran.

Salah seorang pengguna jalan, Mamed (32), dari Kota Bukittinggi tujuan Kota Padang, mengungkapkan strateginya untuk menghindari kemacetan. Ia memilih berangkat lebih awal, sekitar pukul 06.00 WIB, saat melintasi kawasan Lembah Anai. “Saya berangkat pukul 06.00 WIB agar tidak terjebak macet di Lembah Anai atau di Kota Padang Panjang,” ujar bapak satu anak tersebut, menyoroti pentingnya perencanaan waktu perjalanan. Pengalaman ini dapat menjadi contoh bagi pemudik lain yang ingin menghindari kepadatan lalu lintas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi