Pariaman, Sumatera Barat, kembali menjadi magnet bagi wisatawan selama perayaan Piaman Barayo 2026. Salah satu daya tarik utama yang berhasil menyedot perhatian adalah wahana kincir tradisional yang dikenal dengan nama Buayan Kaliang. Wahana unik ini secara khusus digerakkan oleh tenaga manusia dan berlokasi di objek wisata ikonik Pantai Gandoriah.
Kehadiran Buayan Kaliang bukan hal baru bagi masyarakat dan wisatawan di Pariaman. Wahana ini selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kemeriahan libur Lebaran setiap tahunnya, menarik antusiasme tinggi dari pengunjung yang rela mengantre panjang. Sensasi menantang yang ditawarkan menjadi alasan utama mengapa banyak yang ingin menjajal wahana ini.
Pemerintah Kota Pariaman, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, secara aktif mendukung keberadaan wahana hiburan seperti Buayan Kaliang. Dukungan ini bertujuan untuk memberikan beragam pilihan hiburan kepada wisatawan, sekaligus memberdayakan pelaku usaha lokal. Wahana ini menjanjikan pengalaman yang berbeda dan tak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Advertisement
Advertisement
Daya Tarik Unik Buayan Kaliang di Piaman Barayo
Buayan Kaliang adalah wahana kincir tradisional yang terbuat dari kayu pilihan, dirancang khusus untuk memberikan pengalaman yang menguji adrenalin. Berbeda dengan kincir modern, wahana ini sepenuhnya mengandalkan tenaga manusia untuk berputar, menciptakan sensasi unik yang sulit ditemukan di tempat lain. Tantangan yang ditawarkannya menjadi magnet bagi para pencari pengalaman ekstrem.
Wahana ini memiliki sejarah panjang, telah beroperasi selama puluhan tahun dan selalu hadir setiap libur Lebaran di berbagai objek wisata Pariaman. Keberadaannya tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ikon yang menarik kunjungan wisatawan. Mereka yang pernah merasakan sensasinya seringkali ingin kembali mencobanya lagi di kemudian hari.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi Syarief, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pariaman secara konsisten memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengoperasikan wahana hiburan mereka. Hal ini dilakukan guna memperkaya pilihan rekreasi bagi wisatawan yang berkunjung. Komitmen ini menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Advertisement
Advertisement
Warisan Keluarga dan Sensasi Adrenalin yang Tak Terlupakan
Nurhayati, pemilik Buayan Kaliang, menjelaskan bahwa usaha ini merupakan warisan keluarga yang dikelola secara turun-temurun. Sebelumnya, ayahnya mengelola 15 unit wahana ini, dan setelah beliau meninggal, Nurhayati meneruskan tradisi tersebut. Ini menunjukkan bagaimana Buayan Kaliang tidak hanya sekadar wahana, tetapi juga bagian dari sejarah dan mata pencarian keluarga.
Meskipun memiliki banyak unit, Nurhayati menghadapi keterbatasan lahan. Oleh karena itu, ia hanya bisa mengoperasikan tiga unit wahana di satu lokasi, sementara sisanya disebar di objek wisata lain di Pariaman. Untuk menikmati sensasi Buayan Kaliang, wisatawan hanya perlu membayar tarif terjangkau sebesar Rp15 ribu per orang, membuatnya mudah diakses oleh semua kalangan.
Rini, seorang wisatawan asal Kabupaten Padang Pariaman, mengaku hampir setiap tahun menaiki wahana ini karena sensasi memacu adrenalin yang ditawarkannya. Ia menceritakan bahwa dulu ia sering menjajal Buayan Kaliang bersama teman-temannya. Kini, pengalaman itu ia bagikan bersama anak dan suaminya, menunjukkan daya tarik lintas generasi dari wahana ini.
Advertisement
Rini menambahkan bahwa ia masih sangat menyukai Buayan Kaliang karena tantangan yang bisa memacu adrenalinnya, terutama saat mencapai puncak putaran. Pengalaman mendebarkan ini menjadi alasan kuat baginya untuk terus kembali dan menikmati wahana tradisional yang ikonik di Pariaman ini.
Sumber: AntaraNews