KAI dan Kemenhub Perkuat Koordinasi Jamin Kelancaran Angkutan Lebaran 2026
PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perhubungan bersinergi memastikan kelancaran dan keamanan Angkutan Lebaran 2026, siapkan layanan prima dan antisipasi lonjakan penumpang.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menegaskan komitmennya untuk memastikan kelancaran dan keamanan Angkutan Lebaran 1447 Hijriah. Hal ini diwujudkan melalui penguatan koordinasi operasional, peningkatan layanan penumpang, serta kesiapan sarana dan prasarana transportasi kereta api. Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menekankan pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Angkutan Lebaran 2026 yang digelar di Stasiun Gambir, Jakarta, pada Jumat.
Apel gelar pasukan ini merupakan bagian integral dari persiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat yang signifikan selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk mengonsolidasikan kesiapan operasional serta memperkuat koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan. Kehadiran pejabat Kemenhub, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta jajaran direksi dan manajemen KAI menunjukkan keseriusan dalam menyambut masa angkutan Lebaran.
Wamenhub Suntana menyatakan bahwa apel ini memastikan semua unsur penyelenggara transportasi siap menghadapi mobilitas tinggi masyarakat. Komitmen negara untuk menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi pemudik, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi pilihan utama, menjadi fokus utama. Seluruh sarana dan prasarana harus dalam kondisi andal, dengan perhatian khusus pada keamanan jalur, stasiun, dan perlintasan sebidang.
Kesiapan Operasional dan Layanan Prima Angkutan Lebaran 2026
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa masa Angkutan Lebaran 2026 akan berlangsung selama 22 hari, dimulai dari 11 Maret hingga 1 April 2026. Untuk mengoptimalkan pengendalian operasional, KAI juga mengaktifkan Posko Angkutan Lebaran selama 18 hari, yakni pada 13-30 Maret 2026. Kapasitas angkut KAI Group disiapkan mencapai 61.808.188 pelanggan, yang menunjukkan peningkatan 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total frekuensi perjalanan sebanyak 49.866.
KAI menyediakan sekitar 4,5 juta tempat duduk untuk layanan kereta api jarak jauh, dengan kemampuan operasional melayani hingga 5 juta pelanggan. Kapasitas ini didukung oleh penambahan 62 perjalanan kereta api antarkota per hari selama masa Angkutan Lebaran. Hingga 13 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, penjualan tiket Lebaran untuk layanan kereta api jarak jauh dan lokal telah mencapai 2.822.637 tiket, dan diperkirakan akan terus meningkat.
Dari sisi sistem digital, KAI telah memperkuat Rail Ticketing System melalui migrasi infrastruktur pada 21 Januari 2026. Sistem ini dirancang untuk menangani lonjakan transaksi selama periode penjualan tiket Lebaran, dengan kapasitas antrean hingga 25.000 transaksi per menit, memastikan proses pembelian tiket lebih stabil. Selain itu, KAI menghadirkan inovasi layanan melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan yang dilengkapi pengaturan tempat duduk konfigurasi 3-2 untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan tarif terjangkau, seperti relasi Pasarsenen-Lempuyangan mulai Rp175.000.
Fokus Keselamatan dan Kolaborasi Lintas Sektor
Wamenhub Suntana menegaskan bahwa semua personel harus siaga untuk memberikan pelayanan yang responsif dan humanis agar perjalanan masyarakat selama Angkutan Lebaran dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Beliau juga menekankan pentingnya pemeriksaan detail terhadap seluruh sarana dan prasarana untuk memastikan kondisi yang andal. Keamanan jalur, stasiun, dan perlintasan sebidang juga menjadi perhatian khusus untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Untuk memastikan kelancaran operasional dan keselamatan, KAI melakukan ramp check sarana dan prasarana secara kolaboratif dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pemeriksaan ini mencakup kesiapan sarana, kondisi jalan rel, sistem keselamatan operasional, serta standar pelayanan minimum di stasiun dan kereta. KAI juga menyiapkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran dan menempatkan 3.028 petugas tambahan yang tersebar di berbagai titik pelayanan, pengamanan, kebersihan, serta penjagaan perlintasan sebidang.
Peningkatan keselamatan perjalanan, khususnya di perlintasan sebidang, menjadi fokus utama. KAI dan pemangku kepentingan telah melakukan penutupan dan penyempitan 361 perlintasan sebidang sepanjang tahun 2025 hingga Februari 2026. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi potensi kecelakaan dan menjaga kelancaran perjalanan kereta api di lebih dari 3.700 titik perlintasan di berbagai wilayah operasi.
Inovasi dan Dukungan Program Pemerintah
KAI turut mendukung berbagai program pemerintah selama Angkutan Lebaran 2026. Salah satunya adalah stimulus transportasi kereta api berupa diskon tarif hingga 30 persen untuk lebih dari 1,28 juta tempat duduk ekonomi komersial. Diskon ini berlaku pada periode 14-29 Maret 2026, dengan nilai stimulus pemerintah mencapai Rp116,15 miliar. Program ini bertujuan untuk meringankan beban biaya perjalanan bagi masyarakat yang ingin mudik.
Selain itu, KAI juga berpartisipasi aktif dalam program Mudik Asyik Bersama BUMN, sebuah inisiatif yang memfasilitasi perjalanan mudik bagi masyarakat. KAI juga mendukung program Motor Gratis yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Melalui program-program ini, KAI menyiapkan total 56.392 tempat duduk bagi para pemudik, menunjukkan komitmennya dalam melayani kebutuhan transportasi selama Lebaran.
Bobby Rasyidin menegaskan bahwa kesiapan Angkutan Lebaran merupakan hasil kerja sama seluruh insan perkeretaapian serta dukungan berbagai pihak. Angkutan Lebaran adalah momentum mobilitas nasional dengan volume perjalanan yang sangat tinggi, sehingga seluruh persiapan diarahkan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu. Dukungan seluruh pihak serta kedisiplinan masyarakat, termasuk saat melintas di perlintasan sebidang, menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran.
Sumber: AntaraNews