Direksi PT KAI Evaluasi Ketat Persiapan Layanan KA Lebaran 2026 di Blitar demi Mudik Aman dan Nyaman

Direksi PT KAI meninjau langsung persiapan layanan kereta api di Blitar dan wilayah Daop 7 Madiun. Langkah ini untuk memastikan kelancaran dan keamanan Persiapan Layanan KA Lebaran 2026 di Blitar serta masa angkutan Idul Fitri.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Direksi PT KAI Evaluasi Ketat Persiapan Layanan KA Lebaran 2026 di Blitar demi Mudik Aman dan Nyaman
Direksi PT KAI meninjau langsung persiapan layanan kereta api di Blitar dan wilayah Daop 7 Madiun. Langkah ini untuk memastikan kelancaran dan keamanan Persiapan Layanan KA Lebaran 2026 di Blitar serta masa angkutan Idul Fitri. (AntaraNews)

Direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero) baru-baru ini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap persiapan layanan kereta api di Blitar dan wilayah Daop 7 Madiun. Peninjauan ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama masa Angkutan Lebaran 2026. Fokus utama adalah memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan bagi seluruh pemudik yang akan menggunakan moda transportasi kereta api.

Kegiatan evaluasi ini dipimpin langsung oleh Direktur Operasi PT KAI, Awan Hermawan Purwadinata, yang bersama rombongan meninjau langsung kondisi jalur dan stasiun. Mereka memulai perjalanan dengan kereta api dan singgah di beberapa stasiun penting di wilayah Daop 7 Madiun sebelum berakhir di Blitar. Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen PT KAI untuk memberikan pelayanan terbaik.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa evaluasi ini sangat krusial mengingat masa angkutan Lebaran 2026 akan berlangsung dari tanggal 11 Maret hingga 1 April 2026. Periode ini mencakup H-10 hingga H+10 Hari Raya Idul Fitri, di mana mobilitas masyarakat diprediksi akan sangat tinggi. Berbagai aspek kesiapan telah diperiksa secara detail.

Selama perjalanan evaluasi, rombongan direksi PT KAI tidak hanya memantau stasiun, tetapi juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi jalur kereta api. Mereka juga menerima penjelasan komprehensif dari kepala daerah terkait persiapan pelaksanaan Lebaran, termasuk strategi mitigasi terhadap berbagai potensi bahaya di sepanjang jalur. Hal ini penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi risiko sejak dini.

Tohari menegaskan bahwa PT KAI akan meningkatkan aspek keselamatan secara signifikan, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi perhatian khusus. Peningkatan ini mencakup penambahan petugas ekstra, seperti Penjaga Jalan Lintasan (PJL), serta pemeriksaan jalur secara lebih intensif. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan setiap perjalanan kereta api berlangsung tanpa insiden yang tidak diinginkan.

Selain itu, jajaran direksi juga menyoroti pentingnya mitigasi risiko di jalur perlintasan tanpa palang pintu, yang memiliki potensi tinggi terjadinya kecelakaan. PT KAI memberikan apresiasi atas penutupan perlintasan sebidang di Km 127+9/0 antara Stasiun Blitar dan Stasiun Rejotangan, tepatnya di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Penutupan ini merupakan hasil koordinasi erat dengan jajaran kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar.

Untuk memastikan kelancaran Persiapan Layanan KA Lebaran 2026 di Blitar, PT KAI secara intensif melakukan pemeriksaan jalur di seluruh wilayah Daop 7 Madiun. Pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi kejadian pencurian baut penambat bantalan rel kereta api, seperti yang pernah dilaporkan di Blitar. Penggantian komponen penting dilakukan segera setelah adanya laporan untuk menjaga integritas jalur.

Guna menghadapi potensi kondisi darurat, PT KAI telah menyiagakan perlengkapan darurat yang dikenal sebagai Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di 15 stasiun strategis, mulai dari Stasiun Walikukun hingga Stasiun Blitar. Ketersediaan AMUS ini memungkinkan penanganan insiden kecil hingga menengah dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. Ini adalah bagian dari strategi respons cepat PT KAI.

Selain itu, PT KAI juga menyediakan sarana dan personel tambahan untuk mendukung operasional selama masa angkutan Lebaran. Sarana tambahan meliputi penyediaan lokomotif posko dan armada cadangan yang siap digunakan untuk penanganan kondisi darurat. Sementara itu, personel tambahan akan ditempatkan untuk penjagaan ekstra selama 24 jam di jalur-jalur yang membutuhkan pengawasan khusus.

Dalam kesempatan ini, Tohari turut mengimbau masyarakat calon penumpang untuk merencanakan perjalanan mereka dengan matang dan memesan tiket kereta api jauh-jauh hari. Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya yang telah bekerja sama dengan PT KAI. Langkah ini diharapkan dapat membantu meratakan kepadatan penumpang, baik saat arus mudik maupun arus balik.

Pemesanan tiket lebih awal juga memberikan keuntungan bagi penumpang untuk mendapatkan jadwal dan kelas layanan yang diinginkan, serta menghindari kehabisan tiket pada puncak arus mudik. PT KAI terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanannya untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat selama periode penting ini.

"KAI berkomitmen penuh untuk menghadirkan mudik yang selamat, aman, dan nyaman," ujar Tohari. Ia menambahkan bahwa semua upaya yang dilakukan merupakan wujud nyata dari semangat PT KAI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan slogan "Semakin Melayani" yang diusung oleh perusahaan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi