Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas transportasi nasional. Hal ini dilakukan melalui perbaikan layanan, infrastruktur, dan aspek keselamatan yang berkelanjutan. Upaya ini bertujuan mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Dudy di Jakarta pada Kamis (10/4), menanggapi hasil survei terkait penyelenggaraan angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hasil survei menunjukkan peningkatan signifikan dalam indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan transportasi. Kemenhub berjanji akan terus berinovasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Kementerian Perhubungan mengapresiasi hasil survei dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), KedaiKOPI, dan Indikator. Ketiga lembaga tersebut mencatat tingkat kepuasan tinggi dari para pemudik. Capaian ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan mudik yang aman dan nyaman.
Advertisement
Advertisement
Hasil survei yang dilakukan oleh ITS menunjukkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 mencapai 82,15. Angka ini masuk dalam kategori baik dan mengalami peningkatan sebesar 3,45 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi indikator positif bagi kinerja sektor transportasi.
Tidak hanya ITS, survei dari KedaiKOPI juga mencatat bahwa 88,8 persen responden merasa puas terhadap manajemen mudik yang diselenggarakan pemerintah. Sementara itu, Indikator melaporkan tingkat kepuasan pemudik mencapai 85,3 persen. Data ini mengukuhkan bahwa kebijakan dan program angkutan Lebaran 2026 berjalan efektif.
Menteri Dudy Purwagandhi menekankan bahwa tingginya tingkat kepuasan masyarakat ini mencerminkan keberhasilan kebijakan dan program angkutan Lebaran 2026. Selain itu, hal ini juga menunjukkan kuatnya kolaborasi antar pemangku kepentingan. Hasil survei ini akan menjadi bahan evaluasi berkelanjutan untuk peningkatan kualitas transportasi.
Advertisement
Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari kementerian dan lembaga terkait, TNI/Polri, pemerintah daerah, operator transportasi, hingga media massa dan masyarakat. Semua pihak berperan penting dalam mewujudkan kelancaran penyelenggaraan angkutan Lebaran.
Advertisement
Survei ITS yang melibatkan 5.105 responden di 26 provinsi mengukur aspek prasarana, sarana, dan manajemen transportasi. Hasilnya, moda kereta api mencatat tingkat kepuasan tertinggi dengan nilai 94,30 atau kategori sangat baik. Disusul angkutan jalan 84,50, angkutan udara 82,12, angkutan laut 81,78, dan penyeberangan 77,48.
Survei KedaiKOPI, yang dilaksanakan pada 23–30 Maret 2026 dengan 1.101 responden, menunjukkan rata-rata tingkat kepuasan 7,18 dari skala 1 hingga 10. Kebijakan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) dan contraflow juga mendapat respons positif dari 80,8 persen responden. Ini menunjukkan efektivitas strategi pengaturan lalu lintas.
Adapun survei Indikator melibatkan 1.200 responden dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden tersebar secara proporsional di seluruh provinsi di Indonesia. Data komprehensif ini memberikan gambaran menyeluruh tentang persepsi publik terhadap layanan transportasi.
Advertisement
Menteri Dudy menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan akan menindaklanjuti berbagai rekomendasi dari hasil survei tersebut. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan kualitas layanan di setiap moda transportasi. Harapannya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan transportasi dapat terus meningkat di masa mendatang, tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga pada periode penting lainnya.
Sumber: AntaraNews