Realisasi Diskon Tiket Pelni Lebaran 2026 Lampaui Target, Angkut Ratusan Ribu Penumpang

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mencatat realisasi program diskon tiket Pelni Lebaran 30 persen sukses mengangkut 467.662 penumpang, melampaui target awal dan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Realisasi Diskon Tiket Pelni Lebaran 2026 Lampaui Target, Angkut Ratusan Ribu Penumpang
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mencatat realisasi program diskon tiket Pelni Lebaran 30 persen sukses mengangkut 467.662 penumpang, melampaui target awal dan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi. (AntaraNews)

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero mencatat realisasi program diskon tiket kapal laut sebesar 30 persen selama angkutan Lebaran 2026 telah mencapai 467.662 penumpang. Angka ini melampaui proyeksi awal yang ditetapkan, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program stimulus pemerintah tersebut.

Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, yang akrab disapa Anda, mengonfirmasi bahwa program diskon transportasi laut ini telah habis terjual lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Keberhasilan ini menjadi indikator positif bagi upaya pemerintah dalam menyediakan akses transportasi yang terjangkau bagi masyarakat.

Program diskon tiket 30 persen ini sebelumnya telah dibuka sejak 11 Februari 2026, berlaku untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026. Penjualan resmi ditutup pada Jumat, 3 April 2026, setelah kuota diskon habis sepenuhnya.

Realisasi penumpang penerima diskon mencapai 467.662 orang, melampaui 105 persen dari proyeksi awal yaitu 445.534 orang. Pencapaian ini terutama dipengaruhi oleh tingginya penjualan tiket pada ruas-ruas pendek, yang menunjukkan kebutuhan masyarakat akan transportasi laut yang ekonomis untuk perjalanan jarak dekat.

Tri Andayani menyatakan rasa syukurnya atas sambutan positif masyarakat terhadap program diskon transportasi 30 persen yang diberikan pemerintah. Menurutnya, habisnya kuota diskon pada 3 April 2026 membuktikan bahwa program ini sangat membantu masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik Lebaran dengan biaya yang lebih terjangkau.

Per 4 April 2026, total penjualan tiket nasional untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026 mencapai 487.905 tiket. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan, mencapai 101,8 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebanyak 479.133 tiket.

Program diskon tiket ini merupakan bentuk stimulus dari pemerintah yang dipercayakan kepada Pelni untuk dilaksanakan. Keberhasilan program ini tidak hanya meringankan beban biaya mudik masyarakat, tetapi juga mendukung mobilitas penduduk selama periode Lebaran.

Pelni menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memanfaatkan program ini, serta kepada pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, yang telah mempercayakan program tersebut. Kementerian Perhubungan merupakan kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan transportasi.

Direktur Utama Pelni menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam memberikan akses transportasi laut yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas transportasi di seluruh nusantara.

Meskipun jumlah penumpang arus balik mulai menurun, Pelni tetap siap melayani seluruh penumpang dengan maksimal hingga periode Angkutan Lebaran Pelni ditutup pada 6 April 2026. Pelayanan prima menjadi prioritas utama perusahaan pelayaran nasional ini.

Tri Andayani berharap Pelni dapat terus menghadirkan layanan yang lebih baik, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan pada angkutan Lebaran berikutnya. Fokus pada keselamatan, tanpa kecelakaan (zero accident), dan keunggulan layanan (service excellence) tetap menjadi pedoman utama.

Meskipun kuota diskon transportasi telah habis, Pelni memastikan akan tetap memberikan pelayanan maksimal dengan mengutamakan safety first, zero accident, dan service excellence bagi seluruh penumpang. Ini berlaku bagi mereka yang masih akan melakukan perjalanan menggunakan armada milik BUMN yang bergerak di sektor transportasi laut tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi