Prediksi Pemudik Terminal Mandalika Lebaran 2026: Kenaikan 5 Persen di Tengah Program Mudik Gratis
Terminal Mandalika Mataram memprediksi kenaikan jumlah pemudik Lebaran 2026 sebesar lima persen, meskipun banyak program mudik gratis menjadi tantangan, namun persiapan keamanan telah dimatangkan.
Jumlah pemudik yang akan melintasi Terminal Bus Mandalika di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan mengalami kenaikan. Peningkatan ini diproyeksikan mencapai lima persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Meskipun demikian, Kepala Terminal Mandalika, Martin, mengungkapkan bahwa kondisi arus mudik saat ini masih tergolong sepi. Situasi ini berbeda jauh dengan tahun lalu, di mana tiket bus sudah ludes terjual pada H-10 Lebaran.
Pihak terminal telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna memastikan kelancaran dan kenyamanan pemudik. Posko Lebaran telah diaktifkan, serta pengecekan menyeluruh terhadap armada transportasi dan para sopir juga dilakukan.
Peningkatan Arus Mudik di Terminal Mandalika
Terminal Bus Mandalika memproyeksikan kenaikan jumlah pemudik sebesar lima persen pada arus mudik Lebaran 2026. Angka ini merupakan estimasi peningkatan dibandingkan dengan jumlah pemudik pada periode Lebaran tahun lalu.
Kepala Terminal Mandalika, Martin, menjelaskan bahwa meskipun ada prediksi kenaikan, kondisi di lapangan menunjukkan arus mudik yang belum terlalu ramai. Bahkan, hingga H-9 Lebaran, tiket bus masih tersedia dan belum sepenuhnya terjual.
Fenomena ini diduga kuat karena banyaknya program mudik gratis yang diselenggarakan oleh berbagai pihak. Program-program tersebut menarik minat banyak penumpang, sehingga mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan transportasi umum berbayar seperti bus.
Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Puncak arus mudik melalui Terminal Mandalika diprediksi akan terjadi pada H-4 dan H-3 menjelang Hari Raya Idulfitri. Pola ini sejalan dengan tren yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, di mana masyarakat mulai bergerak mendekati hari H Lebaran.
Sementara itu, untuk arus balik Lebaran, puncaknya diperkirakan akan terjadi pada H+6 atau H+7 setelah Lebaran. Periode ini menjadi waktu di mana para pemudik kembali ke kota asal mereka setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Meskipun prediksi puncak sudah ditetapkan, ketersediaan tiket bus yang masih ada hingga H-9 menunjukkan dinamika yang berbeda tahun ini. Hal ini menjadi perhatian bagi pengelola terminal dalam mengantisipasi lonjakan penumpang yang mungkin terjadi secara mendadak.
Kesiapan Armada dan Keamanan di Terminal Mandalika
Untuk melayani lonjakan penumpang, Terminal Mandalika menyediakan total 161 unit armada bus. Jumlah ini terdiri dari 61 bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan 100 bus antarkota dalam provinsi (AKDP).
Berbagai kota tujuan dilayani oleh armada bus ini, meliputi Jakarta, Surabaya, Malang, dan Bali untuk rute AKAP. Sementara itu, untuk rute AKDP, bus melayani sejumlah kota dan kabupaten di NTB, seperti Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.
Martin menambahkan bahwa tujuan paling favorit bagi pemudik adalah kota-kota di Pulau Sumbawa, termasuk Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima. Guna menjamin rasa aman dan nyaman, posko Lebaran telah diaktifkan sejak H-9.
Pengecekan menyeluruh dilakukan terhadap seluruh armada transportasi guna memastikan kelayakan jalan. Selain itu, para sopir juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan kelengkapan administrasi untuk memastikan keselamatan perjalanan pemudik.
Sumber: AntaraNews