Puncak Arus Mudik Lebaran Lebak Diprediksi Capai 3.500 Orang per Hari di Terminal Mandala
Terminal Bus Mandala Lebak bersiap menghadapi puncak arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan terjadi pada H-4 hingga H-3, dengan volume pemudik mencapai ribuan orang per hari dan telah menyiapkan armada memadai.
Puncak arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Bus Mandala, Kabupaten Lebak, Banten, diprediksi akan terjadi pada tanggal 17 hingga 18 Maret mendatang. Periode ini bertepatan dengan H-4 hingga H-3 menjelang perayaan Idulfitri. Ribuan pemudik diperkirakan akan memadati terminal ini untuk kembali ke kampung halaman mereka.
Kepala Terminal Bus Mandala, Muksin, menyatakan bahwa lonjakan volume pemudik sudah mulai terasa signifikan. Peningkatan ini terutama terlihat pada penumpang yang datang menggunakan bus dari arah kota-kota besar seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Bandung. Pihak terminal telah melakukan berbagai persiapan matang untuk mengantisipasi peningkatan signifikan ini.
Prediksi menunjukkan bahwa volume pemudik pada puncaknya bisa mencapai antara 2.500 sampai 3.500 orang setiap harinya. Kesiapan armada bus, kelancaran operasional, serta koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait menjadi fokus utama pengelola terminal. Hal ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh pemudik.
Persiapan Armada dan Rute Angkutan Lebaran di Lebak
Untuk melayani lonjakan penumpang yang diperkirakan akan memadati Terminal Bus Mandala, sebanyak 61 unit bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) telah disiagakan. Armada bus ini berasal dari lima perusahaan otobus yang berbeda, menunjukkan kolaborasi dalam penyediaan transportasi yang memadai.
Bus AKAP tersebut melayani delapan trayek utama yang menghubungkan Rangkasbitung dengan berbagai kota besar. Rute-rute penting ini mencakup Bogor, Kalideres, Tanjung Priok, Bekasi, Bandung, Garut, Cirebon, hingga Kuningan. Ketersediaan rute yang beragam diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan pemudik dari berbagai daerah.
Selain bus AKAP, Terminal Bus Mandala juga menyiapkan 12 unit bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Bus AKDP ini memiliki peran krusial dalam melayani jurusan di wilayah Provinsi Banten. Trayek yang dilayani antara lain Rangkasbitung-Tangerang, Serang, Merak, Bayah, Wanasalam, hingga Labuan, menghubungkan berbagai kota di provinsi tersebut.
Tidak hanya itu, untuk menjangkau daerah-daerah lebih terpencil, 25 unit Angkutan Pedesaan (Angdes) turut disiagakan. Angdes ini akan melayani mobilitas masyarakat di 28 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Lebak. Ketersediaan Angdes sangat penting untuk memastikan konektivitas transportasi hingga pelosok daerah.
Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Imbauan Keselamatan Mudik
Muksin menjelaskan bahwa meskipun pergerakan bus dan jumlah penumpang sudah menunjukkan peningkatan, kondisi ini belum mencapai puncaknya. Pihaknya terus melakukan pemantauan situasi di lapangan secara berkala untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana dan antisipasi lonjakan.
Peningkatan volume pemudik ini menjadi perhatian serius bagi pengelola terminal. Mereka berupaya keras memastikan semua operasional transportasi berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh penumpang. Koordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan setempat juga terus ditingkatkan.
Seorang pengemudi bus bernama Mamad, 55 tahun, yang melayani trayek Rangkasbitung-Kalideres, turut merasakan adanya kenaikan jumlah penumpang. Ia menyebutkan bahwa mulai hari ini, bus yang dibawanya dari Kalideres menuju Rangkasbitung sudah cukup ramai, menandakan dimulainya gelombang mudik.
Dalam kesempatan ini, Muksin juga menyampaikan imbauan penting kepada seluruh sopir angkutan yang beroperasi. Ia menekankan agar para pengemudi senantiasa mengutamakan keselamatan para pemudik selama perjalanan. Hal ini termasuk memastikan kondisi kendaraan prima dan tidak ugal-ugalan di jalan.
Sumber: AntaraNews