Menteri PU Pastikan Zero Lubang di Pantura Barat H-10 Lebaran 2026: Kesiapan Jalan Pantura Lebaran 2026 Jadi Prioritas

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjamin tidak ada lubang di jalan nasional Pantura Jawa wilayah barat pada H-10 Lebaran 2026, demi kelancaran arus mudik. Kesiapan Jalan Pantura Lebaran 2026 menjadi prioritas utama pemerintah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri PU Pastikan Zero Lubang di Pantura Barat H-10 Lebaran 2026: Kesiapan Jalan Pantura Lebaran 2026 Jadi Prioritas
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjamin tidak ada lubang di jalan nasional Pantura Jawa wilayah barat pada H-10 Lebaran 2026, demi kelancaran arus mudik. Kesiapan Jalan Pantura Lebaran 2026 menjadi prioritas utama pemerintah. (AntaraNews)

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, secara tegas memastikan bahwa tidak akan ada lubang di jalan nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa wilayah barat pada H-10 Lebaran tahun ini. Pernyataan ini disampaikan di Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu (28/2), sebagai bagian dari upaya pemerintah menjamin kelancaran arus mudik 2026.

Menurut Dody, meskipun sebelumnya terdapat sekitar 7.000 lubang, jumlah tersebut kini telah berkurang drastis. "Tadi disampaikan oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta - Jawa Barat bahwa memang masih ada lubang di beberapa titik, sudah berkurang dari yang awal sekitar 7.000 lubang, sekarang tinggal sisa 2.500 lubang, tapi kita pastikan H-10 sudah tidak ada lubang," ujar Dody. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mengatasi masalah jalan demi kelancaran arus mudik.

Fokus utama perbaikan ini adalah memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik yang akan melintasi jalur krusial Pantura, yang menjadi tulang punggung transportasi darat selama periode Lebaran. Kesiapan infrastruktur jalan menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan arus mudik Lebaran 2026.

Perbaikan Intensif dan Rencana Jangka Panjang Pantura

Meskipun perbaikan lubang terus dikebut, Menteri PU Dody Hanggodo juga mengungkapkan rencana jangka panjang untuk penanganan Jalan Pantura. Perbaikan dengan metode pelapisan ulang aspal baru atau overlay akan dilakukan pada kondisi jalan yang memang sudah parah sekali.

Proyek overlay ini akan mencakup sekitar 100 kilometer terakhir di ujung Pantura, mendekati batas Brebes, dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Pendanaan untuk proyek besar ini akan bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Langkah ini menunjukkan komitmen Kementerian PU untuk tidak hanya menanggulangi masalah jangka pendek, tetapi juga melakukan perbaikan struktural agar kondisi Jalan Pantura lebih sempurna di masa mendatang. Kesiapan Jalan Pantura Lebaran 2026 tidak hanya tentang lubang, tetapi juga kualitas jalan secara keseluruhan.

Kesiapan Infrastruktur Pendukung Mudik Lebaran 2026

Selain fokus pada Jalan Pantura, Kementerian PU memastikan kesiapan menyeluruh pada jalan tol maupun jalan nasional lainnya demi kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Infrastruktur pendukung menjadi elemen vital dalam menghadapi lonjakan pemudik.

Saat ini, Indonesia memiliki 76 ruas jalan tol yang telah beroperasi, membentang sepanjang total 3.115,98 km, dilengkapi dengan 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/rest area). Fasilitas ini sangat penting untuk mendukung kenyamanan perjalanan jarak jauh.

Untuk kendaraan listrik, tersedia 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta 539 gerbang tol siap melayani pengguna jalan. Semua fasilitas ini dirancang untuk menunjang kelancaran dan efisiensi perjalanan selama masa Lebaran.

Antisipasi Lonjakan Pemudik dan Rekayasa Lalu Lintas

Menteri Perhubungan memprediksi sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 H, berdasarkan hasil survei nasional. Angka ini menunjukkan potensi kenaikan jumlah pemudik dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Untuk mengoordinasikan seluruh moda transportasi, operasional posko angkutan Lebaran akan berlangsung dari 13 hingga 29 Maret 2026. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk menghadapi lonjakan ini.

Langkah-langkah tersebut meliputi pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali untuk kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian. Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas seperti contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi