Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) bersama Danantara menargetkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk memperkuat lini bisnis pengoperasian jalan tol dalam agenda restrukturisasi perseroan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.
"Waskita jadi perusahaan tol kedua setelah jasa marga, itu tidak apa-apa asal dihitung dengan benar," ujar Dony dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (22/7).
Dony menekankan bahwa penentuan arah bisnis baru tidak boleh hanya bersandar pada besarnya nilai aset. Lebih dari itu, strategi ini wajib ditopang oleh kalkulasi bisnis yang presisi, ketahanan struktur finansial, serta proyeksi pertumbuhan yang mampu memberikan nilai tambah secara berkesinambungan.
Menurut Dony, pengusahaan jalan tol memiliki potensi besar sebagai tumpuan bisnis jangka panjang karena karakternya yang sanggup memberikan arus pendapatan konsisten (recurring income).
Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa penyehatan finansial internal harus menjadi prioritas utama Waskita sebelum melakukan ekspansi. Dengan kondisi keuangan yang prima, BUMN konstruksi tersebut diharapkan sanggup menyelesaikan kewajibannya secara mandiri, mengembalikan kepercayaan para pemangku kepentingan, hingga membuka akses pendanaan yang lebih luas, termasuk dari pasar modal.
Dony menegaskan, skema restrukturisasi yang dijalankan saat ini bertujuan untuk membentuk fondasi bisnis yang kokoh, bukan sekadar menunda masalah atau memperpanjang masa pemenuhan kewajiban. Oleh karena itu, seluruh proses pemulihan harus dirancang secara realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan demi menghadirkan solusi yang bersifat permanen.
Advertisement
Arah Transformasi Waskita Karya
Arah transformasi ini juga telah dibahas secara komprehensif dalam pertemuan antara BP BUMN, Danantara, dan jajaran Direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Evaluasi mendalam dilakukan mencakup aspek valuasi aset, analisis kapasitas pembayaran utang, skenario arus kas, hingga pemilihan model bisnis yang paling prospektif untuk masa depan perusahaan.
Guna memastikan perubahan berjalan optimal, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen mengawal ketat seluruh proses restrukturisasi agar tidak berhenti pada penyelesaian krisis jangka pendek.
Melalui penataan ulang tata kelola, penguatan struktur modal, dan fokus bisnis yang lebih tajam, Waskita diharapkan kembali menjadi entitas yang sehat, kompetitif, serta terbebas dari ancaman krisis serupa di kemudian hari.