Prabowo Target Tutup 700 BUMN, Efisiensi Rp100 Triliun

Prabowo memanggil sejumlah menteri dan pimpinan Danantara ke Hambalang. Penataan BUMN dan hilirisasi jadi bahasan. Ini target efisiensi yang dicanangkan.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Target Tutup 700 BUMN, Efisiensi Rp100 Triliun
Presiden Prabowo Subianto menerima Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat, 4 September 2026. (Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Hambalang pada Jumat malam. Pertemuan itu membahas percepatan hilirisasi dan kelanjutan penataan BUMN. Hadir pula Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Agenda utama pertemuan meliputi dorongan hilirisasi untuk memperkuat nilai tambah di dalam negeri, sekaligus merapikan struktur perusahaan negara agar lebih efisien.

“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” jelas Teddy dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9).

Selain itu, Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan instruksinya untuk menata dan merampingkan struktur BUMN.

Target Penutupan 700 BUMN hingga Desember 2026

Proses konsolidasi BUMN akan dilanjutkan. Pemerintah menargetkan sedikitnya 700 BUMN lainnya ditutup hingga akhir Desember 2026.

Langkah perampingan tersebut diproyeksikan menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp100 triliun. Penutupan dan konsolidasi perusahaan negara menjadi bagian dari upaya pemerintah menyederhanakan struktur BUMN agar lebih efisien.

Prabowo menekankan penataan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Restrukturisasi harus terukur dan menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing perusahaan negara.

Dengan struktur yang lebih sederhana, pemerintah berharap BUMN memiliki kinerja yang lebih sehat dan profesional.

Upaya ini juga diarahkan untuk meningkatkan kontribusi perusahaan negara terhadap perekonomian nasional.

Sebelumnya, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dan menghasilkan penghematan anggaran hingga Rp 50 triliun. Pemerintah kini melanjutkan konsolidasi untuk mencapai target efisiensi yang lebih besar hingga akhir tahun.

Penataan BUMN untuk Manfaat Ekonomi Lebih Besar

Presiden Prabowo menegaskan penataan BUMN merupakan bagian dari upaya membangun perusahaan negara yang lebih efisien dan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian.

“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” pungkas Seskab.

Di sisi lain, percepatan hilirisasi menjadi agenda lain yang mendapat perhatian. Pemerintah ingin pengolahan sumber daya alam dilakukan lebih banyak di dalam negeri sehingga nilai tambah ekonomi diperoleh Indonesia.

Hilirisasi juga diarahkan untuk memperkuat investasi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Rekomendasi