BBPJN Sumsel Pastikan Kelancaran Mudik Lebaran 2026 dengan Perbaikan Jalan Tuntas
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan (BBPJN Sumsel) telah merampungkan perbaikan jalan nasional menjelang Lebaran 2026, memastikan jalur mudik bebas lubang dan aman dilalui.
Palembang, Sumatera Selatan – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan (BBPJN Sumsel) telah berhasil menuntaskan perbaikan sejumlah ruas jalan nasional. Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran serta keselamatan para pemudik yang akan melintasi wilayah Sumatera Selatan dalam rangka menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Perbaikan intensif ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional I Sumsel, Alfredo, menyatakan bahwa seluruh pekerjaan perbaikan jalan telah rampung sekitar H-10 Lebaran 2026. Kondisi ruas jalan kini dipastikan bebas dari lubang atau zero pothole, memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.
Meskipun demikian, BBPJN Sumsel tetap menyiagakan tim di lapangan untuk mengantisipasi potensi munculnya lubang baru. Hal ini mengingat beberapa wilayah masih berpotensi diguyur hujan deras dan dilintasi oleh kendaraan bertonase berat.
Fokus Penanganan Zero Pothole Jelang Lebaran
Penyelesaian perbaikan jalan nasional di Sumatera Selatan menjadi prioritas utama BBPJN Sumsel menjelang musim mudik Lebaran 2026. Alfredo menegaskan bahwa target zero pothole telah tercapai 100 persen, memastikan tidak ada lagi lubang yang dapat mengganggu perjalanan pemudik. “Per H-10 pekerjaan perbaikan jalan sudah selesai. Zero pothole sudah 100 persen kita lakukan. Lubang-lubang sudah habis dan tuntas,” ungkap Alfredo.
Upaya ini dilakukan secara intensif dalam beberapa waktu terakhir sebagai bagian integral dari persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran. Dengan kondisi jalan yang mulus, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan yang kerap terjadi akibat kerusakan jalan.
Tim siaga di lapangan akan terus memantau kondisi jalan pasca-perbaikan. Keberadaan tim ini sangat krusial mengingat faktor cuaca dan volume kendaraan berat yang melintas dapat memicu kerusakan baru. Kesiapsiagaan ini menunjukkan komitmen BBPJN Sumsel dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan secara berkelanjutan.
Ruas Strategis dan Penanganan Khusus
Beberapa ruas jalan strategis yang menjadi jalur utama pemudik telah mendapatkan perbaikan menyeluruh. Di antaranya adalah Jalan Nasional Palembang–Betung–Jambi serta Jalan Nasional Betung–Sekayu–Mangunjaya. Kedua ruas ini kini dipastikan bebas lubang dan telah ditutup dengan aspal permanen, sehingga pengendara dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman.
Untuk ruas Mangunjaya hingga Muara Beliti, perbaikan dilakukan dengan metode penutupan lubang menggunakan material agregat. Ini merupakan penanganan sementara yang bertujuan untuk memastikan jalan tetap layak dilalui. Ruas ini sebelumnya sempat menjadi sorotan publik karena kondisi jalan yang rusak parah dan berlubang besar, bahkan sempat menyebabkan insiden kendaraan.
Alfredo optimis bahwa kondisi jalan yang telah diperbaiki akan mencegah insiden serupa. “Insyaallah tidak ada lagi kendaraan terbalik atau mobil masuk lubang hingga menyebabkan kemacetan. Jalan sudah rata dan aman untuk dilalui,” kata Alfredo.
Tantangan dan Penanganan Jangka Panjang
Meskipun perbaikan jelang Lebaran telah tuntas, ruas Mangunjaya–Muara Beliti masih memerlukan penanganan jangka panjang. Pengaspalan permanen untuk ruas ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang. Penanganan ini merupakan bagian dari rencana bertahap yang ditargetkan rampung hingga tahun 2027.
Ruas jalan penghubung dari Betung hingga wilayah Musi Rawas ini sering terendam banjir akibat luapan sungai di sekitarnya saat musim hujan. Kondisi ini, ditambah dengan lalu lintas kendaraan bertonase berat atau over dimension over load (ODOL), sangat memengaruhi tingkat kemantapan jalan.
Alfredo mengakui bahwa kondisi tersebut menjadi penyebab menurunnya tingkat kemantapan jalan yang ditangani pada tahun 2025 lalu. Oleh karena itu, penanganan permanen dan komprehensif sangat diperlukan untuk memastikan ketahanan infrastruktur jalan di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews