Bus AKAP Tetap Jadi Pilihan Utama Mudik Lebaran 2026, Lebih Ekonomis dan Nyaman
Bus AKAP Pilihan Mudik Lebaran 2026 masih menjadi favorit masyarakat karena dinilai lebih ekonomis dan menawarkan kenyamanan tak kalah dibanding moda transportasi lain, memicu lonjakan penumpang di terminal.
Arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 kembali menunjukkan dominasi bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) sebagai pilihan utama masyarakat. Moda transportasi darat ini terus menarik perhatian pemudik karena kombinasi faktor ekonomis dan kenyamanan yang ditawarkannya. Mayoritas warga menyatakan bahwa bus AKAP Pilihan Mudik tetap menjadi andalan untuk kembali ke kampung halaman dan kembali ke kota.
Para pemudik menilai bahwa bus AKAP menawarkan solusi perjalanan yang hemat biaya tanpa mengorbankan aspek kenyamanan. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi keluarga besar atau individu yang ingin menghemat pengeluaran selama periode liburan. Peningkatan fasilitas dan layanan bus AKAP juga turut berkontribusi pada preferensi ini.
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, mengonfirmasi lonjakan kedatangan penumpang bus AKAP pada Minggu (29/3), menunjukkan tingginya minat masyarakat. Data menunjukkan bahwa jumlah kedatangan penumpang pada hari tersebut melampaui hari sebelumnya, menandakan puncak arus balik yang mulai terasa.
Alasan Ekonomis dan Kenyamanan Bus AKAP Pilihan Mudik
Hertilitawati, seorang pemudik asal Palembang, mengungkapkan bahwa bus AKAP Pilihan Mudik menjadi opsi terbaik bagi keluarganya. Ia bersama delapan anggota keluarganya memilih bus untuk kembali ke Jakarta setelah berlibur di kampung halaman. Menurutnya, biaya yang dikeluarkan jauh lebih hemat dibandingkan jika harus menggunakan pesawat terbang untuk jumlah orang sebanyak itu.
Selain faktor ekonomis, Hertilitawati juga menyoroti peningkatan kenyamanan yang ditawarkan bus AKAP saat ini. Fasilitas seperti makanan, minuman, dan tempat duduk yang lebih baik membuat perjalanan jauh terasa lebih menyenangkan. “Jauh lebih nyaman dibandingkan yang dulu,” ujarnya, membandingkan pengalaman mudik masa lalu dengan kondisi sekarang.
Senada dengan Hertilitawati, pemudik lain bernama Hendi juga memprioritaskan bus AKAP karena harga tiketnya yang terjangkau. Ia menempuh perjalanan 16 jam dari Palembang ke Terminal Kampung Rambutan dengan tiket seharga Rp700 ribu, yang menurutnya jauh di bawah harga tiket pesawat. Baginya, kenyamanan dan kelancaran perjalanan bus AKAP setiap tahunnya sudah teruji.
Lonjakan Penumpang di Terminal Kampung Rambutan
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, melaporkan adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang yang tiba di terminal tersebut. Hingga Minggu siang pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 4.330 penumpang tiba dengan menggunakan 122 bus AKAP. Angka ini menunjukkan bahwa bus AKAP Pilihan Mudik menjadi transportasi favorit saat arus balik.
Jumlah kedatangan penumpang pada Minggu (29/3) ini lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya, Sabtu (28/3), yang mencatat 3.184 penumpang dengan 165 bus. Revi Zulkarnain memperkirakan bahwa jumlah penumpang akan terus bertambah hingga sore hari, mengingat masih banyak pemudik yang dalam perjalanan kembali ke Jakarta.
Sementara itu, untuk keberangkatan dari Terminal Kampung Rambutan pada Minggu siang tercatat 793 penumpang dengan 60 bus. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun arus balik sedang tinggi, masih ada pergerakan keberangkatan, meskipun lebih rendah dibandingkan kedatangan. Pada Sabtu (28/3), tercatat 1.061 orang berangkat dari terminal ini dengan 148 bus.
Sumber: AntaraNews