Peningkatan Penumpang Terminal Kampung Rambutan Terjadi Jelang Imlek dan Ramadhan
Terminal Bus Kampung Rambutan mengalami peningkatan penumpang signifikan menjelang perayaan Imlek dan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, menunjukkan mobilitas masyarakat yang mulai tinggi.
Aktivitas di Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kampung Rambutan, Jakarta Timur, menunjukkan peningkatan yang nyata. Lonjakan jumlah penumpang ini terjadi menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan persiapan memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Situasi ini mengindikasikan bahwa masyarakat mulai bergerak untuk pulang kampung atau mengunjungi keluarga lebih awal.
Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, mengonfirmasi adanya peningkatan aktivitas penumpang sejak beberapa hari terakhir. Ia memperkirakan tren kenaikan ini akan terus berlanjut hingga puncak perayaan Imlek pada 17 Februari 2026 dan awal Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026. Pihak terminal terus memantau pergerakan ini untuk memastikan kelancaran operasional.
Peningkatan mobilitas ini menjadi fenomena rutin tahunan di mana banyak warga memanfaatkan momen libur panjang. Mereka ingin menghindari kepadatan puncak arus mudik serta memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga di kampung halaman. Terminal Kampung Rambutan menjadi salah satu titik vital pergerakan masyarakat dari dan menuju Jakarta.
Data Operasional dan Antisipasi Lonjakan
Berdasarkan data operasional pada Minggu, 15 Februari 2026, hingga pukul 13.00 WIB, Terminal Kampung Rambutan mencatat kedatangan 41 unit bus dengan total 436 penumpang. Sementara itu, untuk keberangkatan, terdapat 35 unit bus yang mengangkut 368 penumpang. Angka ini merefleksikan peningkatan aktivitas dibandingkan hari-hari biasa.
Meskipun terjadi peningkatan volume penumpang, operasional terminal terpantau berjalan lancar dan kondusif. Seluruh layanan transportasi tetap beroperasi sesuai dengan prosedur keselamatan dan kenyamanan yang telah ditetapkan. Pengelola terminal melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan armada dan penumpang secara berkelanjutan.
Langkah antisipasi ini diambil untuk menghadapi potensi lonjakan arus perjalanan yang lebih besar pada periode libur dan musim mudik Ramadhan. Puncak kepadatan diperkirakan akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Kesiapan infrastruktur dan personel menjadi fokus utama guna menjamin kelancaran arus penumpang.
Motivasi Penumpang untuk Pulang Lebih Awal
Sejumlah warga memilih untuk mudik lebih awal guna memanfaatkan momen libur panjang Imlek dan menghindari kepadatan. Selain itu, mereka juga ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama keluarga di kampung halaman. Keputusan ini seringkali didasari oleh pertimbangan praktis dan ekonomi.
Salah satu penumpang bernama Jamal (48), yang bertujuan ke Jawa Tengah, menyatakan alasannya. "Saya mudik sekarang karena cuti sudah dapat dan sekalian menyambut Imlek sama keluarga. Nanti pas Ramadhan sudah lebih tenang," ujarnya.
Jamal juga menambahkan bahwa memilih berangkat lebih awal dapat menghindarkan dirinya dari kesulitan mendapatkan tiket dan harga yang lebih mahal. "Biasanya kalau nunggu mendekati Ramadhan, biasanya tiket susah dan mahal. Jadi sekarang lebih aman," katanya. Strategi ini banyak diterapkan oleh penumpang lain untuk mendapatkan perjalanan yang lebih nyaman dan hemat.
Sumber: AntaraNews