Dishub DKI Siapkan Langkah Komprehensif Hadapi Penyesuaian Tarif Transjabodetabek
Dinas Perhubungan DKI Jakarta siapkan strategi komprehensif hadapi rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek, fokus pada sosialisasi, perluasan tarif integrasi, dan peningkatan layanan demi menarik minat pengguna.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaludin, menyatakan pihaknya telah merancang sejumlah langkah strategis. Ini dilakukan sebagai respons terhadap rencana penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek dalam waktu dekat. Tujuannya adalah menjaga minat masyarakat untuk tetap menggunakan transportasi umum.
Budi Awaludin menekankan pentingnya sosialisasi menyeluruh mengenai urgensi penyesuaian tarif kepada publik. Sosialisasi ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait. Upaya ini bertujuan agar warga, khususnya dari daerah penyangga, tetap beralih ke transportasi publik.
Selain sosialisasi, Dishub DKI juga berencana memperluas skema tarif integrasi yang sudah ada. Langkah ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna. Kebijakan ini diharapkan menjaga daya tarik Transjabodetabek di tengah perubahan tarif.
Strategi Sosialisasi dan Perluasan Tarif Integrasi
Dishub DKI Jakarta akan melakukan sosialisasi komprehensif terkait urgensi penyesuaian tarif. Sosialisasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya adalah agar masyarakat memahami alasan di balik perubahan tarif.
Budi Awaludin menjelaskan bahwa pihaknya juga akan memperluas skema tarif integrasi. Skema ini memungkinkan pengguna mengakses berbagai moda transportasi dengan satu pembayaran. "Seperti tarif maksimum Rp10.000 dalam 3 jam yang diakses melalui aplikasi JakLingko agar mencakup seluruh rute Transjabodetabek," kata Budi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.
Tarif integrasi Rp10.000 merupakan biaya maksimum untuk kombinasi Transjakarta, MRT, dan LRT. Skema ini berlaku dalam satu perjalanan berkelanjutan. Namun, Budi menilai skema tersebut saat ini hanya dapat dimanfaatkan melalui Aplikasi JakLingko.
Peningkatan Layanan dan Aksesibilitas
Selain penyesuaian tarif, Dishub DKI berupaya meningkatkan kualitas layanan Transjabodetabek. Peningkatan ini termasuk memastikan kepastian jadwal keberangkatan yang akurat. Hal ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan penumpang.
Dishub DKI juga memperhatikan kemudahan akses lanjutan atau first and last mile bagi pengguna. Perbaikan fasilitas pendukung di titik transit akan dilakukan. Ini penting untuk kenyamanan dan kelancaran perjalanan.
"Termasuk integrasi fisik yang aman dengan halte atau stasiun serta menyediakan rute pengumpan agar penumpang mudah mencapai titik akhir tujuan," ujar Budi. Langkah ini bertujuan memudahkan penumpang mencapai destinasi akhir mereka.
Subsidi dan Tantangan Koordinasi
Budi Awaludin mengungkapkan bahwa besaran subsidi untuk Transjabodetabek pada tahun 2026 mencapai lebih dari Rp401 miliar. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung transportasi publik. Subsidi per pelanggan rata-rata mencapai Rp12.258.
"Untuk subsidi per pelanggan, rata-rata Rp12.258," ungkap Budi. Meskipun demikian, Budi menilai tidak terdapat kendala besar dalam pengembangan Transjabodetabek secara keseluruhan. Ini menunjukkan optimisme terhadap masa depan layanan.
Namun, koordinasi lebih lanjut masih diperlukan dalam beberapa aspek. Aspek tersebut meliputi penyediaan sarana prasarana dan operasional. "Seperti pembangunan halte hingga terkait subsidi," tutur Budi, menekankan perlunya sinergi antarpihak terkait.
Sumber: AntaraNews