Kisah Inspiratif Pengabdian Imam Masjid Pulo Gebang: Rela Berlebaran Tanpa Keluarga Demi Pelayanan Pemudik
Ahmad Sya'bandi menunjukkan Pengabdian Imam Masjid Pulo Gebang yang luar biasa, rela berlebaran jauh dari anak istri demi memastikan kelancaran ibadah calon pemudik. Kisah ini menyentuh hati dan patut menjadi teladan.
Imam Masjid Jami' Darul Musafirin Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG), Ahmad Sya'bandi, menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam menjalankan tugasnya. Ia rela melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah tanpa kehadiran anak dan istri. Keputusan ini diambil demi melayani calon pemudik yang akan melaksanakan ibadah di masjid tersebut pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Pria yang juga menjabat sebagai Bendahara Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) ini telah mengabdi sejak tahun 2015. Dengan penuh tanggung jawab, Ahmad Sya'bandi memastikan pengelolaan masjid berjalan lancar, termasuk menjadi imam shalat. Pengabdian Imam Masjid Pulo Gebang ini menjadi contoh nyata komitmen terhadap tugas keagamaan dan sosial.
Ahmad Sya'bandi mengungkapkan bahwa dirinya lebih memilih untuk tetap bertugas saat Hari Raya Idul Fitri. Tujuannya adalah untuk melayani calon pemudik yang ingin menunaikan shalat Idul Fitri dan memastikan ibadah berjalan dengan lancar. Keputusan ini diambil dengan ikhlas, meskipun berarti tidak dapat berkumpul bersama keluarga di Banten pada momen penting tersebut.
Tanggung Jawab dan Pengabdian Sejak 2015
Ahmad Sya'bandi telah menunjukkan loyalitas dan dedikasi yang tinggi terhadap Masjid Jami' Darul Musafirin sejak tahun 2015. Sebagai imam dan Bendahara DKM, ia memikul tanggung jawab penuh atas operasional dan kegiatan masjid. Pengabdian ini mencakup berbagai aspek, mulai dari memimpin shalat hingga urusan administrasi.
Keputusan untuk tetap berada di lokasi saat hari raya, meskipun jauh dari anak dan istri, merupakan bukti komitmennya. Ia menjalani pengabdian ini dengan ikhlas, memahami bahwa tugasnya di masjid adalah panggilan jiwa. Hal ini menunjukkan betapa besar rasa tanggung jawab yang diemban oleh Ahmad Sya'bandi.
Selain menjadi imam, Ahmad juga aktif dalam mengurus proses pendistribusian zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak. Tugas-tugas ini seringkali membuatnya harus menunda waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, ia meyakini bahwa pengabdian ini adalah prioritas utama.
Prioritas Pelayanan di Momen Krusial Lebaran
Setiap momen Lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, menjadi waktu yang sangat krusial bagi Masjid Jami' Darul Musafirin. Meskipun jumlah jamaah tidak sebanyak di permukiman penduduk, masjid tetap harus menyelenggarakan shalat Idul Fitri. Ahmad Sya'bandi memastikan pelaksanaan ibadah penting ini dapat berjalan tanpa hambatan.
Bagi Ahmad, keluarga memang penting, namun pengabdian di masjid adalah panggilan jiwa yang harus diutamakan. Ia bertekad untuk menyelesaikan segala urusan di masjid terlebih dahulu. Setelah semua tugas selesai, barulah ia akan menyusul anak dan istrinya untuk berkumpul bersama.
Pria yang juga berstatus Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di bawah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta ini memahami betul pentingnya pelayanan. Pengabdian Imam Masjid Pulo Gebang ini menjadi cerminan etos kerja yang tinggi. Ia memastikan bahwa kebutuhan spiritual para pemudik tetap terpenuhi meskipun mereka sedang dalam perjalanan.
Melayani Pemudik yang Tertunda
Jamaah shalat Idul Fitri di Masjid Jami' Darul Musafirin umumnya adalah calon pemudik yang berangkat pada hari Lebaran. Jumlah mereka diperkirakan mencapai sekitar 100 orang. Para pemudik ini seringkali terpaksa menunda keberangkatan mereka karena harus bekerja terlebih dahulu sebelum pulang ke kampung halaman.
Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG), Jakarta Timur, adalah salah satu terminal bus terbesar di Jakarta. Operasional tempat transportasi umum ini dikelola oleh Dishub DKI Jakarta. Keberadaan masjid dan layanan shalat Idul Fitri di TTPG sangat membantu para pemudik yang berada dalam situasi tersebut.
Layanan yang diberikan oleh Ahmad Sya'bandi dan DKM masjid ini memungkinkan para pemudik untuk tetap menjalankan kewajiban ibadah mereka. Ini adalah bentuk dukungan penting bagi mereka yang sedang dalam perjalanan jauh. Pengabdian Imam Masjid Pulo Gebang ini memastikan bahwa tidak ada pemudik yang kehilangan kesempatan untuk beribadah di Hari Raya.
Sumber: AntaraNews