Pelni Lampaui Target, Layani 652 Ribu Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026
PT Pelni (Persero) sukses melampaui target dengan melayani lebih dari 652 ribu penumpang selama Angkutan Lebaran 2026, menunjukkan peningkatan signifikan dalam konektivitas laut di Indonesia.
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mencatat pencapaian luar biasa selama periode Angkutan Lebaran 2026/Idul Fitri 1447 Hijriah. Perusahaan berhasil melayani total 652.271 penumpang, melampaui proyeksi awal yang telah ditetapkan.
Angka ini menunjukkan bahwa Pelni sukses melampaui target sebanyak 641.025 penumpang, mencapai 102 persen dari estimasi. Keberhasilan ini berlangsung dari tanggal 6 Maret hingga 6 April 2026, mencakup puncak arus mudik dan balik.
Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran Angkutan Lebaran tahun ini. Capaian ini menegaskan komitmen Pelni dalam menyediakan layanan transportasi laut yang andal dan aman bagi masyarakat Indonesia.
Kinerja Optimal Pelni dalam Angkutan Lebaran 2026
Selama periode Angkutan Lebaran 2026, Pelni melayani 577.239 penumpang kapal penumpang dan 75.032 penumpang kapal perintis. Puncak arus mudik kapal Pelni terjadi pada 18 Maret 2026 dengan realisasi 31.460 penumpang. Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada 30 Maret 2026 dengan jumlah 28.296 penumpang.
Selain jumlah penumpang yang melampaui target, BUMN transportasi laut ini juga mencatat kinerja operasional yang optimal. On Time Performance (OTP) kapal mencapai 97 persen selama periode Angkutan Lebaran 2026. Capaian ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kapal, sehingga memberikan kepastian perjalanan bagi para penumpang.
Tri Andayani menyatakan, keberhasilan angkutan Lebaran tahun ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim dan dukungan masyarakat. Persiapan yang optimal, termasuk penyesuaian rute dan peningkatan kapasitas, turut mendukung kelancaran arus mudik dan balik.
Konektivitas Laut dan Sebaran Penumpang yang Merata
Sebaran penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 cukup merata di berbagai wilayah Indonesia. Wilayah tengah menjadi yang tertinggi dengan 42 persen, diikuti wilayah barat 30,6 persen, dan timur 27,5 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan transportasi laut masyarakat tetap tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami melihat pola ini sebagai indikasi positif bahwa konektivitas antar pulau melalui Pelni semakin dibutuhkan dan diandalkan oleh masyarakat,” ujar Tri Andayani. Kepercayaan dan dukungan masyarakat ini menjadi motivasi utama bagi Pelni untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Berikut adalah lima pelabuhan keberangkatan terpadat selama Angkutan Lebaran 2026:
- Makassar: 49.135 penumpang
- Balikpapan: 36.637 penumpang
- Batam: 34.709 penumpang
- Ambon: 32.633 penumpang
- Bau-Bau: 32.478 penumpang
Lima pelabuhan kedatangan terpadat meliputi:
- Surabaya: 59.040 penumpang
- Makassar: 52.502 penumpang
- Bau-Bau: 35.324 penumpang
- Belawan: 32.605 penumpang
- Ambon: 30.723 penumpang
Sedangkan lima ruas terpadat adalah:
- Batam - Belawan: 29.362 penumpang
- Belawan - Batam: 23.251 penumpang
- Balikpapan - Surabaya: 12.876 penumpang
- Kumai - Semarang: 12.758 penumpang
- Makassar - Surabaya: 12.025 penumpang
Komitmen Pelni Terhadap Keselamatan dan Pelayanan Prima
Meskipun periode Angkutan Lebaran telah berakhir, Pelni terus berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan dan memberikan pelayanan terbaik. Perusahaan mengutamakan prinsip safety first, zero accident, dan service excellence dalam setiap operasionalnya.
Evaluasi dan peningkatan layanan terus dilakukan untuk memastikan kenyamanan penumpang. Tri Andayani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh awak kapal, petugas operasional, serta pemangku kepentingan terkait yang telah bekerja tanpa henti. Dedikasi mereka sangat penting dalam memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Sumber: AntaraNews