Pelni Catat 18 Ribu Penumpang Berangkat dari Priok Selama Angkutan Lebaran 2026: Mobilitas Antarpulau Meningkat

PT Pelni mencatat lonjakan signifikan penumpang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok selama periode Angkutan Lebaran 2026, menandakan tingginya mobilitas masyarakat antarpulau.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pelni Catat 18 Ribu Penumpang Berangkat dari Priok Selama Angkutan Lebaran 2026: Mobilitas Antarpulau Meningkat
PT Pelni mencatat lonjakan signifikan penumpang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok selama periode Angkutan Lebaran 2026, menandakan tingginya mobilitas masyarakat antarpulau. (AntaraNews)

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni melaporkan peningkatan signifikan jumlah penumpang yang diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Selama periode Angkutan Lebaran 2026, tercatat sebanyak 18.253 penumpang telah memulai perjalanan dari pelabuhan ini. Peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat antarpulau menjelang dan selama perayaan Idulfitri.

Kepala Cabang Pelni Jakarta, Antonius Lumban Gaol, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi sejak awal Maret 2026. Data ini mencerminkan tren positif dalam perjalanan laut pada musim mudik dan balik Lebaran. Pelni terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi masyarakat.

Peningkatan jumlah penumpang ini sejalan dengan berakhirnya bulan Ramadan dan dimulainya libur Lebaran. Pelabuhan Tanjung Priok menjadi salah satu titik keberangkatan utama bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman. PT Pelni berkomitmen memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan bagi seluruh penumpangnya.

Tren Peningkatan Penumpang di Tanjung Priok

Data Posko Angkutan Lebaran 2026 (H+6) menunjukkan bahwa pergerakan penumpang dari Pelabuhan Tanjung Priok terus meningkat. Total penumpang naik dari Pelni Jakarta mencapai 18.253 orang hingga hari ini, 28 Maret 2026. Jumlah ini telah terakumulasi sejak 6 Maret 2026, menggambarkan lonjakan perjalanan laut yang signifikan.

Sebelumnya, pada Kamis (26/3), jumlah penumpang yang diberangkatkan dari Tanjung Priok tercatat sebanyak 17.295 orang. Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba di Tanjung Priok mencapai 18.830 orang pada tanggal yang sama. Angka-angka ini mengindikasikan aktivitas pelabuhan yang sangat padat selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Antonius Lumban Gaol menambahkan bahwa aktivitas kedatangan kapal juga beriringan dengan pergerakan penumpang. Pada Jumat (27/3), sebanyak 2.144 penumpang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan dua kapal Pelni, yaitu KM Dobonsolo dan KM Bukit Raya. Hal ini menunjukkan dinamika arus mudik dan balik yang terjadi secara simultan.

Peran KM Dobonsolo dalam Pelayanan Mudik

Salah satu armada utama yang melayani rute panjang selama Angkutan Lebaran 2026 adalah KM Dobonsolo. Pada Sabtu (28/3), KM Dobonsolo melayani keberangkatan 559 penumpang dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kapal ini memainkan peran krusial dalam menghubungkan berbagai pulau di Indonesia.

KM Dobonsolo tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Jumat (27/3) pukul 08.00 WIB setelah menempuh perjalanan dari Fakfak. Rute yang dilalui sebelumnya meliputi Ambon, Namlea, Baubau, Makassar, dan Surabaya. Perjalanan panjang ini menunjukkan jangkauan layanan Pelni yang luas.

Untuk jadwal keberangkatan selanjutnya, KM Dobonsolo bertolak kembali dari Jakarta pada Sabtu (28/3) pukul 02.00 WIB dini hari. Pelayaran kali ini akan menempuh rute panjang menuju Jayapura, dengan singgah di beberapa pelabuhan. Rute yang akan disinggahi meliputi Tanjung Priok, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Baubau, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Serui, hingga pelabuhan tujuan akhir Jayapura.

Meskipun membawa ratusan penumpang, tingkat keterisian KM Dobonsolo tercatat masih berada di angka 22,5 persen. Kapasitas angkut total kapal ini adalah 2.481 orang, menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk mengakomodasi lebih banyak penumpang. Hal ini juga memberikan fleksibilitas bagi Pelni dalam mengelola kapasitas selama periode sibuk.

Proyeksi Arus Penumpang Pasca-Lebaran

PT Pelni memproyeksikan bahwa arus penumpang masih akan bergerak dinamis hingga awal April 2026. Proyeksi ini didasarkan pada tren yang diamati selama periode Angkutan Lebaran 2026. Pergerakan ini akan terus terjadi seiring dengan berakhirnya masa libur Lebaran dan kembalinya aktivitas masyarakat di berbagai daerah.

Puncak arus balik diperkirakan akan terjadi beberapa hari setelah perayaan Lebaran, saat masyarakat kembali ke kota-kota besar untuk bekerja atau melanjutkan aktivitas. Pelni telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode ini. Koordinasi dengan pihak pelabuhan dan otoritas terkait terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus penumpang.

Manajemen Pelni terus memantau pergerakan penumpang dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif. Hal ini termasuk penyesuaian jadwal kapal dan penambahan kapasitas jika diperlukan. Tujuannya adalah untuk memastikan semua penumpang dapat terlayani dengan baik dan tiba di tujuan dengan aman dan nyaman.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi