KemenPU Targetkan Perbaikan Jalan Nasional Cianjur Tuntas H-10 Lebaran 2026
Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) kebut perbaikan Jalan Nasional Cianjur jelang Lebaran 2026. Target tuntas H-10, memastikan jalur mudik bebas lubang demi kenyamanan dan keamanan pemudik. Simak detailnya!
Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) melalui PPK 2.1 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Barat, menargetkan perbaikan jalan nasional di sepanjang wilayah Cianjur tuntas dilakukan pada H-10 Lebaran. Target ini ditetapkan untuk memastikan seluruh jalur nasional berada dalam kondisi optimal bagi pemudik. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan selama musim mudik.
Koordinator Pengawas Lapangan PPK 2.1 Jawa Barat, Agus Warso, di Cianjur, Jumat (27/2), menjelaskan bahwa perbaikan jalan nasional di Cianjur menindaklanjuti instruksi agar seluruh jalur nasional berada dalam kondisi Zero Hole atau tanpa lubang paling lambat H-7 sebelum Lebaran. Instruksi ini datang langsung dari Menteri Pekerjaan Umum, yang menekankan pentingnya kondisi jalan yang prima. Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan para pemudik yang akan melintasi jalur tersebut.
Perbaikan yang sedang berlangsung mencakup berbagai titik kerusakan, termasuk di Jalan Lingkar Selatan sepanjang 7,45 kilometer yang mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan ini banyak ditemukan lubang dan permukaan bergelombang yang berisiko bagi pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. Oleh karena itu, perbaikan langsung dilakukan melalui overlay atau pelapisan ulang aspal serta penambalan di titik-titik yang mengalami kerusakan serius.
Target Zero Hole untuk Kenyamanan Pemudik
KemenPU berkomitmen penuh untuk mewujudkan kondisi Zero Hole di seluruh jalan nasional yang menjadi tanggung jawabnya, khususnya di Cianjur. Agus Warso menegaskan, "Instruksi Pak Menteri H-7 menjelang mudik semua jalur jalan nasional harus Zero Hole artinya tidak ada lagi jalan berlubang termasuk di sepanjang wilayah kerja kami, sehingga keamanan dan kenyamanan pemudik dapat terjamin." Target ini menjadi prioritas utama menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.
Wilayah kerja PPK 2.1 Jawa Barat mencakup area strategis yang meliputi perbatasan Cianjur-Sukabumi, perbatasan Cianjur-Bandung Barat, dan perbatasan Cianjur-Bandung, tepatnya di wilayah selatan Cianjur dan selatan Bandung. Ini berarti perbaikan yang dilakukan menjelang musim mudik Lebaran mencakup seluruh jalan nasional yang membentang di Kabupaten Cianjur, mulai dari utara hingga selatan. Fokus perbaikan ini memastikan jalur utama penghubung Bandung-Sukabumi dalam kondisi aman dan bebas lubang saat puncak pergerakan pemudik tahun 2026.
Langkah percepatan perbaikan ini tidak hanya berfokus pada penambalan, tetapi juga pada pelapisan ulang aspal di area yang mengalami kerusakan parah. Jalan Lingkar Selatan, yang merupakan salah satu ruas vital, menjadi perhatian khusus karena tingkat kerusakannya. Perbaikan ini ditargetkan tuntas dalam waktu dekat, sejalan dengan tenggat waktu H-10 Lebaran yang telah ditetapkan.
Faktor Kerusakan dan Upaya Pemeliharaan Berkelanjutan
Kerusakan jalan nasional di Cianjur sebagian besar dipicu oleh faktor alam, terutama saat cuaca ekstrem melanda. Intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utama timbulnya lubang dan permukaan jalan yang bergelombang. Selain itu, kendaraan bertonase berat yang melebihi kapasitas juga turut mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.
Meskipun demikian, KemenPU memastikan pengawasan dan perbaikan rutin tetap dilakukan secara berkala. "Tingginya intensitas hujan serta kendaraan bertonase berat yang melebihi kapasitas melintas membuat jalan cepat rusak, namun kami memastikan pengawasan dan perbaikan rutin tetap dilakukan selama cuaca ekstrem melanda, ketika ada jalan berlubang langsung ditambal," kata Agus Warso. Ini menunjukkan komitmen terhadap pemeliharaan jalan secara berkelanjutan.
Upaya pemeliharaan ini menjadi krusial untuk menjaga kualitas jalan nasional agar selalu siap digunakan, tidak hanya saat musim mudik. Dengan adanya perbaikan dan pengawasan yang konsisten, diharapkan kondisi jalan di Cianjur dapat selalu optimal. Hal ini penting untuk mendukung kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Sumber: AntaraNews