Kontraktor Blora Resah, Kenaikan Harga Aspal Ancam Proyek Konstruksi Jalan
Kenaikan Harga Aspal hingga 20 persen di Blora memicu kekhawatiran kontraktor akan potensi kerugian besar pada proyek konstruksi jalan yang sudah berjalan.
Pelaksana proyek konstruksi jalan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai menyatakan kekhawatiran serius. Kenaikan harga aspal yang signifikan pada awal April 2026 berpotensi merugikan mereka. Situasi ini terjadi setelah kontrak proyek telah disepakati sebelumnya.
Harga aspal curah dari Cilacap melonjak dari sekitar Rp9.400 per kilogram pada Maret 2026 menjadi Rp11.565 per kilogram. Kenaikan serupa juga dialami aspal kemasan drum eks Gresik. Harga aspal kemasan drum naik dari Rp11.600 menjadi Rp13.600 per kilogram dalam periode yang sama.
Kenaikan harga ini mencapai sekitar 20 persen dibandingkan bulan sebelumnya, belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen, biaya pengiriman, dan ongkos bongkar muat. Kondisi ini memaksa kontraktor harus bergerak cepat. Mereka berupaya menyelesaikan pekerjaan agar tidak menanggung kerugian lebih besar.
Dampak Kenaikan Harga Aspal Terhadap Kontraktor Lokal
Ryan, salah satu kontraktor di Blora, mengungkapkan bahwa lonjakan harga aspal ini sangat memberatkan. Ia menekankan perlunya percepatan pengerjaan proyek. Langkah ini diambil untuk menghindari kerugian finansial yang lebih besar.
"Harus segera selesai. Kalau berlarut-larut saya bisa kehabisan biaya untuk menutupi kerugian. Kenaikan saat ini sudah cukup berat," ujarnya. Pernyataan ini menggambarkan tekanan yang dihadapi para pelaksana proyek. Mereka harus menyeimbangkan kecepatan kerja dengan kualitas hasil.
Kenaikan biaya bahan baku utama seperti aspal secara mendadak dapat mengganggu perhitungan anggaran proyek. Kontraktor yang telah menandatangani kontrak dengan harga lama kini menghadapi dilema. Mereka harus menyerap selisih biaya atau mencari solusi lain.
Situasi ini menciptakan ketidakpastian dalam industri konstruksi jalan di Blora. Para kontraktor berharap ada kebijakan yang dapat melindungi mereka dari fluktuasi harga bahan baku. Hal ini penting demi keberlanjutan proyek infrastruktur daerah.
Respons Pemerintah Daerah Terkait Kenaikan Harga Aspal
Menanggapi situasi ini, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Widyaningsih, menyatakan bahwa belum ada rapat lanjutan. Rapat tersebut seharusnya membahas kemungkinan penundaan lelang atau tender proyek.
"Masih berjalan biasa. Belum ada rapat penundaan. Kalau kenaikan harga itu tidak berpengaruh terhadap pengadaan, mungkin nanti pada tahap pelaksanaannya," jelas Widyaningsih. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa proses pengadaan proyek masih berjalan normal.
Serupa, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Danang, juga menegaskan belum ada rencana penundaan pengerjaan proyek jalan. Meskipun harga aspal mengalami peningkatan signifikan, proyek tetap berjalan.
"Belum ada rapat lanjutan terkait kenaikan harga aspal. Tapi tidak ada penundaan pengerjaan, tentu juga perlu arahan dari kepala dinas," kata Danang. Keputusan akhir mengenai penyesuaian proyek akan menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan dinas terkait.
Sumber: AntaraNews