Pemkab Lebak Genjot Percepatan Pembangunan Jalan Antarkecamatan, Dorong Ekonomi Lokal
Pemerintah Kabupaten Lebak serius menggarap percepatan pembangunan jalan di wilayahnya. Langkah ini diharapkan mampu memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Lebak.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, tengah gencar melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur. Fokus utama adalah percepatan pembenahan jalan yang menghubungkan antarkecamatan dan antardesa di seluruh wilayah. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas bagi masyarakat setempat.
Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki, menyatakan bahwa percepatan pembangunan jalan ini krusial. Harapannya, proyek ini dapat memperlancar distribusi barang dan jasa, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mayoritas warga Lebak berprofesi sebagai petani, sehingga infrastruktur jalan yang baik sangat vital.
Dengan kondisi jalan yang memadai, para petani akan lebih mudah memasarkan produk hasil pertanian dan perkebunan mereka. Distribusi ke luar daerah juga akan menjadi lebih efisien, dengan biaya transportasi yang lebih terjangkau. Ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Lebak untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.
Manfaat Percepatan Pembangunan Jalan Lebak bagi Ekonomi Lokal
Infrastruktur jalan memegang peranan sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi. Terutama di Kabupaten Lebak, di mana sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian. Jalan yang baik akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.
Bupati Hasbi Asyidiki menekankan bahwa jalan yang bagus akan memastikan pendistribusian logistik dan hasil bumi berjalan lancar selama 24 jam. Hal ini tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga pelaku usaha lain. Peningkatan efisiensi logistik akan berdampak positif pada harga jual dan daya saing produk.
Kebijakan percepatan pembangunan jalan ini merupakan bagian integral dari upaya Pemkab Lebak. Tujuannya adalah mempercepat penghapusan kemiskinan di wilayah tersebut. Infrastruktur yang memadai diyakini menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Proyek dan Kondisi Terkini Infrastruktur Jalan Lebak
Saat ini, Pemkab Lebak sedang mengerjakan pembangunan jalan di ruas antarkecamatan Rangkasbitung - Leuwidamar - Sajira. Proyek ini mencakup sepanjang 3,2 kilometer dengan metode betonisasi. Selain itu, ada juga pembangunan jalan yang menghubungkan antardesa di 42 titik berbeda.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi, menjelaskan kondisi jalan. Dari total panjang ruas jalan kabupaten 749,43 kilometer, 74,86 persen sudah dalam kondisi baik. Jalan-jalan ini siap dilintasi berbagai jenis angkutan dengan kondisi aspal hotmix maupun beton.
Namun, masih ada sekitar 25,14 persen ruas jalan yang kondisinya rusak. Banyak ditemukan lubang dan aspal yang mengelupas di bagian ini. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Lebak mengalokasikan anggaran APBD 2026 sebesar Rp10,6 miliar. Dana ini digunakan untuk merealisasikan pembangunan jalan antarkecamatan sepanjang 3,3 kilometer pada spot-spot rusak.
Bupati Hasbi Asyidiki juga menegaskan pentingnya kualitas dalam pelaksanaan proyek. "Kami minta pelaksanaan pembangunan jalan yang dilakukan oleh pihak ketiga mengutamakan kualitas," ujarnya. Hal ini untuk memastikan infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan dan manfaat jangka panjang.
Sumber: AntaraNews