BPJN Lampung Intensifkan Penutupan Lubang Jalan Nasional Jelang Angkutan Lebaran 2026
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung telah menutup ribuan lubang di jalan nasional untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026. Penutupan Lubang Jalan Nasional Lampung ini mencapai hampir 80 persen dari total target, memastikan keamanan pe
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung secara intensif melakukan penutupan lubang di sepanjang jalan nasional Provinsi Lampung. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran serta keamanan mobilitas masyarakat yang akan melakukan perjalanan menjelang Angkutan Lebaran 2026.
Hingga Jumat, 6 Maret 2026, tercatat sebanyak 5.721 titik lubang telah berhasil ditutup oleh tim BPJN Lampung. Angka ini menunjukkan progres signifikan, mencapai 79,75 persen dari total lubang yang teridentifikasi di seluruh ruas jalan nasional di wilayah tersebut.
Kepala BPJN Lampung, M. Ali Duhari, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian integral dari persiapan menghadapi lonjakan volume kendaraan saat musim mudik Lebaran. Tujuannya adalah menciptakan kondisi jalan yang optimal, aman, dan nyaman bagi seluruh pemudik.
Progres Penutupan Lubang di Tiap Wilayah Lampung
Total lubang yang teridentifikasi di sepanjang jalan nasional Lampung mencapai 7.174 titik, dengan panjang jalan keseluruhan 1.298,48 kilometer yang terbagi dalam 65 ruas. Dari jumlah tersebut, 5.721 titik telah selesai ditangani, menyisakan 1.918 titik lubang yang masih dalam proses pengerjaan.
BPJN Lampung membagi wilayah pengerjaan menjadi dua pelaksanaan jalan nasional (PJN), yakni Wilayah I dan Wilayah II, serta satu satuan kerja perangkat daerah tugas pembantuan (SKPD-TP). Setiap wilayah menunjukkan progres penutupan yang bervariasi sesuai dengan kondisi lapangan.
Di PJN Wilayah I, dari 2.982 titik lubang yang ada, sebanyak 2.496 titik telah berhasil ditutup, mencatatkan progres sebesar 83,70 persen. Sementara itu, PJN Wilayah II telah menutup 2.858 dari 3.825 titik lubang, dengan capaian 74,72 persen.
Untuk pelaksanaan di SKPD-TP, seluruh 367 titik lubang yang teridentifikasi telah berhasil ditutup sepenuhnya. Data ini menunjukkan komitmen BPJN Lampung dalam menuntaskan Penutupan Lubang Jalan Nasional Lampung secara merata di seluruh area tanggung jawab mereka.
Tantangan dan Metode Penanganan Lubang Jalan
M. Ali Duhari menjelaskan bahwa banyaknya jumlah lubang disebabkan oleh intensitas kendaraan yang melintasi jalan nasional secara terus-menerus, mengakibatkan kerusakan pada permukaan jalan. Meskipun demikian, pihaknya menargetkan kondisi nol lubang tercapai 10 hari sebelum Lebaran tiba.
Proses penutupan lubang dilakukan dengan beberapa tindakan, termasuk penambalan lubang satu per satu atau penggabungan beberapa lubang yang berdekatan menjadi satu area tambal yang lebih besar. Pendekatan ini disesuaikan dengan kondisi dan ukuran lubang.
Metode utama yang digunakan adalah cold milling, yaitu teknik pengupasan lapisan aspal yang rusak menggunakan mesin khusus. Setelah itu, area yang dikupas akan ditambal kembali dengan aspal baru untuk memastikan perbaikan yang efektif dan tahan lama.
Salah satu kendala utama dalam pengerjaan Penutupan Lubang Jalan Nasional Lampung adalah kondisi cuaca ekstrem, terutama hujan yang terjadi terus-menerus. Aspal memerlukan kondisi panas untuk proses pengerasan yang optimal, sehingga cuaca basah menjadi tantangan signifikan yang harus diatasi tim di lapangan.
Sumber: AntaraNews