Menteri PU Dody Hanggodo Dorong Percepatan Pengerukan Muara Sungai Babakan di Brebes
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan pengerukan muara Sungai Babakan di Brebes untuk atasi banjir berulang. Simak strategi komprehensif penanganan banjir di jalur nasional Ketanggungan-Pejagan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau lokasi banjir di Brebes, Jawa Tengah, dan mengarahkan percepatan pengerukan muara Sungai Babakan. Langkah ini menjadi prioritas utama untuk mengurangi risiko banjir berulang yang kerap menggenangi jalur jalan nasional Ketanggungan-Pejagan, sebuah akses vital. Penanganan banjir tidak hanya fokus pada badan jalan, tetapi juga sistem aliran sungai secara menyeluruh, khususnya di bagian hilir, guna solusi jangka panjang.
Kunjungan Dody Hanggodo pada Sabtu (28/3) ini dilakukan setelah genangan air melanda beberapa titik vital, termasuk Pertigaan Ketanggungan, Overpass Tol Pejagan, serta Desa Kemurang. Total panjang ruas jalan yang terdampak banjir mencapai lebih dari dua kilometer, menyebabkan gangguan signifikan terhadap konektivitas transportasi. Kondisi ini memerlukan respons cepat dan strategi penanganan yang efektif dari pemerintah.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung telah melakukan upaya tanggap darurat. Mereka berhasil mengeringkan genangan air menggunakan pompa selama kurang lebih enam jam dan menutup sumber genangan dengan sekitar 550 karung sandbag. Pengerahan alat berat berupa truck crane juga turut mempercepat penanganan di lokasi terdampak, memastikan akses jalan segera pulih.
Strategi Komprehensif Atasi Banjir Berulang
Menteri Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan banjir tidak hanya dilakukan di badan jalan, tetapi harus menyasar sistem aliran sungai, khususnya di bagian hilir. “Pengalaman kita di Aceh, untuk sungai dengan kondisi seperti ini, penanganan paling cepat adalah dengan membereskan bagian muaranya terlebih dahulu. Aliran air harus dipercepat menuju laut agar tidak meluap ke jalan,” kata Dody di Brebes, Jawa Tengah. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengatasi masalah serupa di daerah lain.
Percepatan pengerukan muara Sungai Babakan menjadi prioritas utama, meskipun program penanganan sungai secara keseluruhan direncanakan dalam skema multiyears. Langkah ini diharapkan dapat segera mengurangi limpasan air ke jalan nasional, terutama menjelang musim hujan berikutnya. Pengerukan muara Sungai Babakan ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026 agar manfaatnya segera dirasakan.
Selain pengerukan, Dody juga menekankan pentingnya pembangunan struktur pengaman berupa jeti di sisi kanan dan kiri muara. “Pembersihan muara tidak cukup hanya dikeruk, tetapi harus dilengkapi dengan pembangunan jeti agar sedimen tidak kembali masuk ke sungai. Dengan begitu aliran bisa lebih lancar dan risiko banjir berkurang,” ujarnya. Jeti ini akan membantu menjaga kelancaran aliran air menuju laut secara berkelanjutan.
Upaya Tanggap Darurat dan Jangka Panjang Kementerian PU
Sebagai langkah tanggap darurat, Kementerian PU melalui BBPJN Jawa Tengah bersama BBWS Cimanuk Cisanggarung telah melakukan pengeringan genangan air dari badan jalan. Penggunaan pompa selama kurang lebih enam jam berhasil mengurangi volume air secara signifikan. Selain itu, penutupan sumber-sumber genangan menggunakan sekitar 550 karung sandbag juga dilakukan.
Pengerahan alat berat berupa truck crane juga menjadi bagian dari upaya cepat tanggap guna mempercepat penanganan di lokasi terdampak. Saat ini, kondisi genangan telah berangsur surut dan akses jalan nasional Ketanggungan-Pejagan kembali dapat dilalui. Kecepatan respons ini sangat penting untuk memulihkan konektivitas dan aktivitas masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, Kementerian PU juga melakukan pengendalian banjir di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Babakan. Ini mencakup normalisasi Sungai, perkuatan tebing sungai, serta pembangunan fasilitas pengendali banjir lainnya. Upaya ini bertujuan meningkatkan kapasitas aliran sungai dan mengurangi risiko luapan saat curah hujan tinggi, memberikan perlindungan jangka panjang.
Sumber: AntaraNews