Menteri Pekerjaan Umum Soroti Urgensi Normalisasi Muara Sungai Pantura Barat untuk Cegah Banjir

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan pentingnya normalisasi muara sungai dan drainase di Pantura Barat, termasuk Citarum, Ciliwung, dan Cisadane, guna mencegah banjir rob dan kerusakan jalan, sekaligus memastikan kelancaran arus mudik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri Pekerjaan Umum Soroti Urgensi Normalisasi Muara Sungai Pantura Barat untuk Cegah Banjir
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan pentingnya normalisasi muara sungai dan drainase di Pantura Barat, termasuk Citarum, Ciliwung, dan Cisadane, guna mencegah banjir rob dan kerusakan jalan, sekaligus memastikan kelancaran arus mudik. (AntaraNews)

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyoroti urgensi normalisasi muara sungai serta sistem drainase di sepanjang jalur Pantura Barat, termasuk aliran Sungai Citarum, Ciliwung, dan Cisadane. Pernyataan ini disampaikan Dody saat meninjau lokasi di Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Langkah strategis ini ditekankan untuk mengantisipasi potensi genangan dan banjir rob yang dapat mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, terutama jelang periode mudik Lebaran. Menurut Dody, perbaikan jalan akan menjadi sia-sia jika sistem drainase tersumbat dan muara mengalami pendangkalan.

Fokus utama dari inisiatif ini adalah memastikan kelancaran aliran air dari sungai ke laut, sehingga sedimen dapat terbuang secara efektif. Kementerian Pekerjaan Umum juga menyiapkan pompa di titik rawan banjir dan membangun posko bersama antara tim jalan dan tim air untuk respons cepat.

Pentingnya Normalisasi Muara Sungai untuk Ketahanan Infrastruktur

Dody Hanggodo menegaskan bahwa normalisasi muara sungai merupakan kunci untuk menjaga ketahanan infrastruktur jalan di Pantura Barat. Pendangkalan muara dan tersumbatnya drainase menjadi penyebab utama banjir rob dan genangan saat musim hujan, yang pada akhirnya merusak kualitas jalan.

Upaya normalisasi ini mencakup pengerukan sedimen agar muara terbuka lebar dan air dapat mengalir deras menuju laut. Dengan demikian, risiko genangan air yang dapat menghambat mobilitas masyarakat, khususnya selama arus mudik, dapat diminimalisir secara signifikan.

Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen untuk memastikan jalan di Pantura Barat tetap layak, aman, dan nyaman bagi pengguna. Oleh karena itu, perbaikan dan pemeliharaan drainase menjadi prioritas seiring dengan upaya normalisasi muara sungai.

Kesiapan Kementerian Pekerjaan Umum dan Peran Serta Masyarakat

Dalam menghadapi periode mudik Lebaran 2026, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan seluruh jajaran Kementerian Pekerjaan Umum akan bersiaga penuh. Kesiapan ini bertujuan untuk menjamin kondisi jalan tetap aman dan fungsional, serta mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.

Untuk ruas tol, disiagakan posko, Disaster Relief Unit (DRU), alat berat, dan material tanggap darurat. Sementara itu, untuk jalan nasional, Direktorat Jenderal Bina Marga telah memetakan lokasi rawan longsor, banjir, dan kecelakaan, serta menyiapkan mekanisme pelaporan harian kondisi jalan.

Selain upaya dari pemerintah, Dody juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan saluran drainase di lingkungan masing-masing. Partisipasi publik sangat penting agar tidak ada hambatan aliran air yang dapat memperparah genangan atau banjir.

Koordinasi Lintas Sektor untuk Respons Cepat

Kementerian Pekerjaan Umum tidak bekerja sendiri dalam upaya menjaga kelancaran dan keamanan jalur Pantura Barat. Koordinasi erat dilakukan bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, dan Kementerian Perhubungan.

Kolaborasi ini penting untuk pengaturan lalu lintas apabila terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem atau bencana alam. Dengan adanya koordinasi yang solid, respons di lapangan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

Tujuan utama dari sinergi antar lembaga ini adalah untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga dan perjalanan mudik dapat berlangsung dengan aman dan lancar, meskipun menghadapi tantangan cuaca atau kondisi geografis.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi