Seorang anak berusia 8 tahun dilaporkan hilang setelah terseret ombak di Pantai Gua Cemara, Bantul, pada hari Minggu, 5 Juli 2027. Hingga saat ini, tubuh anak tersebut belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengidentifikasi korban bernama Muhammad Bara Rizki Wardana, yang merupakan warga Banguntapan, Kabupaten Bantul. Ia mengalami kecelakaan laut di Pantai Gua Cemara pada pukul 13.27 WIB pada hari Minggu.
Berdasarkan informasi yang diterima dari Kantor SAR Yogyakarta, korban tiba di Pantai Gua Cemara sekitar pukul 12.00 WIB dan bersama ayah serta adiknya mencari kepiting di sekitar pantai. Namun, tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret korban beserta adiknya.
Ayah korban berusaha menyelamatkan kedua anaknya dan berhasil menyelamatkan adiknya, tetapi korban terseret arus. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada SAR Linmas Wilayah IV agar dapat dilakukan upaya pencarian.
Rio Banupanitis menjelaskan bahwa seluruh Tim SAR gabungan, bersama dengan relawan, melaksanakan operasi pencarian dengan membagi personel menjadi dua sektor.
"Pada hari pertama operasi, SRU (search rescue unit) satu melakukan penyisiran ke arah timur sejauh kurang lebih 500 meter dari lokasi kejadian, sedangkan SRU dua menyisir ke arah barat sejauh 500 meter," ujarnya.
Namun, hingga pukul 17.00 WIB pada hari yang sama, korban belum juga ditemukan. Oleh karena itu, operasi pencarian dihentikan sementara dan dijadwalkan untuk dilanjutkan pada hari ini, Senin, 6 Juli 2026, pagi.
Advertisement
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Yogyakarta mengingatkan masyarakat yang tinggal di pesisir serta para wisatawan untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya ombak di pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di sepanjang pantai selatan DIY yang memiliki karakter ombak yang kuat dan arus berbahaya," tambahnya.