Menteri PUPR Dody Hanggodo Pastikan Pengerjaan Irigasi Padang Berlanjut Pasca Bencana
Menteri PUPR Dody Hanggodo memastikan pengerjaan irigasi Padang terus berlanjut pasca bencana banjir bandang November 2025, guna mempercepat pemulihan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat setempat.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo memastikan bahwa proyek pengerjaan saluran irigasi di Padang, Sumatera Barat, terus berlanjut. Saluran irigasi ini sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir bandang pada November 2025. Peninjauan dilakukan langsung oleh Menteri Dody Hanggodo pada Jumat (30/1/2026) di kawasan Gunung Nago, Padang.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengintervensi dan mempercepat proses pemulihan infrastruktur vital tersebut. Langkah ini diambil mengingat tingginya kebutuhan masyarakat akan aliran air dari Batang Sungai Kuranji. Air sungai ini tidak hanya digunakan untuk irigasi, tetapi juga menjadi sumber air bagi kebutuhan sehari-hari warga.
Intervensi pemerintah pusat ini menunjukkan komitmen serius dalam penanganan pascabencana. Percepatan pengerjaan irigasi Padang diharapkan dapat segera mengembalikan fungsi utama saluran air. Hal ini juga penting untuk mendukung aktivitas pertanian dan kehidupan masyarakat di sekitar area terdampak.
Percepatan Pemulihan dan Kebutuhan Mendesak
Menteri PUPR Dody Hanggodo secara langsung meninjau lokasi pengerjaan irigasi di kawasan Gunung Nago, Padang, untuk memastikan progres pekerjaan. Beliau menekankan pentingnya intervensi pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur. Intervensi ini krusial mengingat urgensi kebutuhan masyarakat terhadap aliran air Batang Sungai Kuranji.
Aliran sungai tersebut memiliki peran ganda yang vital bagi warga setempat. Selain berfungsi sebagai sumber utama irigasi untuk lahan pertanian, airnya juga dimanfaatkan untuk kebutuhan dasar rumah tangga. Oleh karena itu, kerusakan saluran irigasi akibat banjir bandang November 2025 sangat berdampak pada kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.
Pemerintah berupaya keras agar pengerjaan irigasi Padang dapat diselesaikan secepatnya. Hal ini untuk meminimalisir dampak lebih lanjut terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air bersih. Keberlanjutan proyek ini menjadi prioritas utama dalam agenda pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.
Instruksi Presiden dan Kondisi Lapangan
Saat kunjungan, sejumlah alat berat terlihat masih beroperasi membersihkan bantaran sungai yang rusak parah. Material seperti batu, kayu, dan pasir yang menutupi aliran sungai akibat banjir bandang terus dikeruk. Bencana tersebut tidak hanya merusak saluran air, tetapi juga menghanyutkan rumah warga dan jembatan di lokasi kejadian.
Menteri PUPR Dody Hanggodo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi tegas. Presiden menginstruksikan agar daerah terdampak bencana harus dibangun lebih cepat dan lebih baik dari sebelumnya. Prioritas diberikan pada kebutuhan dasar dan infrastruktur vital seperti jalan, irigasi, jembatan, serta hilirisasi sungai.
“Dalam kondisi pemulihan saat ini tidak ada lagi pembagian daerah atau pusat, perintah Presiden sudah jelas, kalau perlu terhadap hal yang menyangkut kehidupan dasar pemerintah pusat yang menampung,” jelas Dody Hanggodo. Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Alokasi Anggaran dan Pelibatan Masyarakat
Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran signifikan untuk penanganan pascabencana di Sumatera Barat. Sekitar Rp600 miliar disediakan untuk penanganan darurat. Selain itu, tambahan Rp2 triliun dialokasikan untuk fase rehabilitasi dan rekonstruksi, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam proses penanganan ini, Kementerian PUPR juga menerapkan skema padat karya. Skema ini bertujuan untuk melibatkan warga setempat dalam pengerjaan proyek. Dengan demikian, masyarakat yang kehilangan mata pencarian atau terganggu akibat bencana dapat kembali memperoleh penghasilan.
Harapannya, perputaran ekonomi di kalangan warga terdampak dapat tetap berjalan optimal. Pelibatan masyarakat lokal dalam pengerjaan irigasi Padang tidak hanya membantu pemulihan fisik. Ini juga menjadi langkah penting dalam pemulihan sosial dan ekonomi komunitas yang terdampak bencana.
Dalam kunjungan inspeksi tersebut, Menteri PUPR Dody Hanggodo didampingi oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wali Kota Padang Fadly Amran, dan Legislator Andre Rosiade. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya pemulihan pascabencana.
Sumber: AntaraNews