BPBK Aceh Jaya Imbau Warga Waspada Tumpahan CPO Gunung Geurutee
BPBK Aceh Jaya meminta pengendara berhati-hati melintasi Gunung Geurutee karena tumpahan CPO yang sering terjadi, memicu kekhawatiran keselamatan di jalur vital ini.
Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi pengendara yang melintasi Gunung Geurutee di Aceh Jaya. Imbauan ini menyusul adanya tumpahan Crude Palm Oil (CPO) di jalan Desa Babah Ie, Kecamatan Jaya, yang dapat membahayakan pengguna jalan. Kejadian ini dilaporkan pada Minggu, 26 April, dan tim terkait telah melakukan penanganan awal untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Kepala Pelaksana BPBK Aceh Jaya, AG Suhadi, menyatakan bahwa informasi tumpahan CPO pertama kali diterima dari warga di turunan arah Calang. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung memberi kabar kepada pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk segera menangani hal itu, mengingat lintasan tersebut berada di bawah kewenangan mereka. Meskipun sudah ada penanganan awal, pengendara tetap diwajibkan untuk berhati-hati ekstra saat melintasi area tumpahan CPO Gunung Geurutee.
Tumpahan CPO di jalan di kawasan Gunung Geurutee ini memang sudah sering terjadi, sehingga kejadian ini bukan pertama sekali. Oleh karena itu, BPBK Aceh Jaya berharap pihak perusahaan yang membawa CPO melalui jalur darat atau menggunakan lintasan tersebut untuk memikirkan solusi supaya kejadian seperti tersebut tidak terus berulang. Harapan ini muncul agar insiden tumpahan CPO Gunung Geurutee dapat dicegah secara efektif di masa mendatang.
Penanganan Cepat Tumpahan CPO di Gunung Geurutee
Kepala Pelaksana BPBK Aceh Jaya, AG Suhadi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi awal mengenai tumpahan CPO dari warga yang melintas di turunan arah menuju Calang. Informasi cepat dari masyarakat ini memungkinkan respons yang sigap dari pihak berwenang.
Setelah mendapatkan laporan tersebut, BPBK Aceh Jaya segera berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Koordinasi ini penting karena lintasan jalan nasional Gunung Geurutee berada di bawah kewenangan dan tanggung jawab BPJN Aceh dalam hal pemeliharaan dan penanganan.
Sebagai langkah penanganan awal, tim lapangan dari pihak terkait telah menaburkan pasir di area tumpahan CPO tersebut. Meskipun upaya ini telah dilakukan dan jalan masih dapat dilewati, BPBK Aceh Jaya tetap mengimbau masyarakat untuk sangat berhati-hati guna menghindari kecelakaan akibat jalan licin.
Tumpahan CPO Berulang dan Harapan Solusi Permanen
AG Suhadi menegaskan bahwa insiden tumpahan CPO di jalan kawasan Gunung Geurutee bukanlah kejadian yang baru. Fenomena ini sudah sering terjadi, menunjukkan adanya masalah berulang yang memerlukan perhatian serius dan solusi jangka panjang.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan, mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan oleh tumpahan minyak kelapa sawit mentah. Kejadian tumpahan CPO Gunung Geurutee yang berulang kali terjadi menuntut adanya tindakan preventif yang lebih efektif.
Oleh karena itu, BPBK Aceh Jaya mengimbau kepada perusahaan-perusahaan yang mengangkut CPO melalui jalur darat ini untuk memikirkan solusi konkret. Solusi tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian tumpahan CPO di masa mendatang, demi keamanan dan kelancaran lalu lintas di Gunung Geurutee.
Tantangan Geografis Gunung Geurutee dan Rencana Pembangunan Terowongan
Lintasan jalan nasional Gunung Geurutee di Kabupaten Aceh Jaya dikenal memiliki kondisi geografis yang sangat menantang. Jalan ini berada di pinggir tebing dengan ketinggian sekitar 750 meter dari permukaan laut, menjadikannya salah satu jalur paling rawan kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.
Selain risiko tumpahan CPO, kawasan ini juga merupakan langganan longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini menambah daftar panjang tantangan keselamatan bagi para pelintas barat selatan Aceh.
Mengingat pentingnya jalur ini sebagai satu-satunya akses terdekat masyarakat di wilayah barat selatan Aceh menuju ibu kota provinsi dan sebaliknya, Pemerintah Aceh telah mengusulkan solusi jangka panjang. Usulan tersebut adalah pembangunan terowongan di tempat itu kepada pemerintah pusat, guna mencegah kecelakaan lalu lintas dan memudahkan akses masyarakat.
Sejauh ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas telah menurunkan tim untuk meninjau lokasi rencana pembangunan terowongan tersebut. Langkah ini menunjukkan adanya perhatian serius dari pemerintah pusat terhadap upaya peningkatan keselamatan dan infrastruktur di Gunung Geurutee.
Sumber: AntaraNews