Polda Aceh Imbau Warga Tunda Perjalanan Darat Akibat Banyak Ruas Jalan Putus
Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan darat karena banyak ruas jalan putus akibat banjir dan longsor di berbagai wilayah Aceh.
Banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh sejak beberapa hari terakhir telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan. Kondisi ini mendorong Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh untuk mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat. Warga diimbau untuk menunda segala bentuk perjalanan darat guna menghindari risiko dan kemacetan yang mungkin terjadi.
Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol Deden Supriyatna, menjelaskan bahwa dampak bencana alam ini sangat signifikan. Sejumlah jembatan dilaporkan putus dan badan jalan nasional mengalami longsor di berbagai titik. Akibatnya, akses jalan nasional di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Aceh tidak dapat dilalui, mengganggu mobilitas warga dan distribusi logistik.
Imbauan untuk menunda perjalanan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan masyarakat. Pihak kepolisian terus memantau situasi di lapangan dan akan memberikan informasi terkini mengenai kondisi jalan. Masyarakat diharap dapat memahami situasi darurat ini dan mematuhi arahan yang diberikan demi kebaikan bersama.
Kondisi Darurat dan Imbauan Penundaan Perjalanan
Kombes Pol Deden Supriyatna menegaskan bahwa kondisi jalan di Aceh saat ini sangat tidak memungkinkan untuk dilalui. "Kondisi ini menyebabkan akses jalan nasional di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Aceh tidak bisa dilalui. Kami mengimbau masyarakat pengguna jalan menunda perjalanan darat," ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada jalur alternatif yang dapat digunakan untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang terputus transportasi darat. Situasi ini berdampak pada upaya pendistribusian bantuan bagi korban banjir, yang untuk sementara harus menggunakan jalur udara.
Beberapa wilayah seperti Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Bener Meriah, dilaporkan belum dapat dihubungi melalui jalur darat. Ini menunjukkan betapa parahnya dampak banjir dan longsor yang terjadi di provinsi tersebut.
Dampak Banjir dan Longsor di Jalur Timur Aceh
Kerusakan infrastruktur paling parah terlihat di beberapa titik vital, terutama di wilayah timur Aceh. Untuk pesisir timur Provinsi Aceh, jalur darat yang masih bisa dilalui hanya dari Kota Banda Aceh hingga Kabupaten Bireuen, sementara wilayah lain masih terputus.
- Kabupaten Bireuen: Dua titik jalan nasional tidak dapat dilalui. Jembatan di Desa Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, yang menghubungkan Bireuen dengan Aceh Utara, putus. Selain itu, jembatan di Teupin Manee, Kecamatan Juli, yang menghubungkan Bireuen dengan Bener Meriah, juga putus.
- Kabupaten Aceh Utara (Wilayah Polres Lhokseumawe): Tiga ruas jalan tidak dapat dilalui. Di Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu, ketinggian banjir mencapai 80 sentimeter. Di Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, banjir mencapai 1,5 meter. Serta di Desa Cot Mee, Kecamatan Nisam, ketinggian banjir sekitar satu meter.
Kondisi ini menyebabkan gangguan serius pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di daerah tersebut. Pihak berwenang terus berupaya untuk melakukan penanganan darurat dan membuka kembali akses jalan secepatnya.
Gangguan Akses di Wilayah Lainnya
Selain wilayah timur, beberapa daerah lain di Aceh juga mengalami gangguan akses jalan yang signifikan akibat bencana alam ini. Kendaraan roda empat atau lebih kecil tidak dapat melintas di banyak titik.
- Kabupaten Aceh Timur: Tiga titik jalan nasional hanya dapat dilintasi oleh kendaraan roda enam. Lokasi tersebut meliputi Simpang Ulim, Perlak Kota, dan Perlak Barat, dengan ketinggian banjir mencapai 120 sentimeter.
- Kabupaten Aceh Singkil: Tiga titik jalan nasional tidak dapat dilintasi. Dua jembatan putus di Gosong Telaga, serta banjir dengan ketinggian 60 sentimeter di Muara Pea, Kecamatan Singkil Utara.
- Kabupaten Aceh Tengah: Jalan nasional yang menghubungkan Takengon dengan Bener Meriah tidak dapat dilintasi karena longsor.
- Kabupaten Aceh Tenggara: Jalan nasional yang menghubungkan Kutacane dengan Blangkejeren di Kabupaten Gayo Lues juga tidak dapat dilintasi akibat longsor.
Polda Aceh terus mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi dan tidak memaksakan diri untuk melakukan perjalanan darat ke wilayah-wilayah yang terdampak. Keselamatan menjadi prioritas utama di tengah kondisi darurat ini.
Sumber: AntaraNews