Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Selasa malam. Kedatangan Wapres bertujuan untuk berdialog langsung dengan para pegiat kopi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan santai di salah satu kafe di Wamena ini menjadi wadah bagi Wapres untuk menyerap berbagai aspirasi dari para pelaku UMKM. Kegiatan ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran berdiskusi intensif dengan Asosiasi Petani dan Penggiat Kopi Papua Pegunungan (PPKPP). Diskusi ini berfokus pada upaya peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah serta pemberdayaan UMKM sebagai pilar utama pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Asosiasi Petani dan Penggiat Kopi Papua Pegunungan (PPKPP), yang dibentuk pada tahun 2022, memiliki peran vital dalam merangkul generasi muda Jayawijaya. Saat ini, asosiasi tersebut menaungi petani serta pegiat kopi dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, menunjukkan jangkauan dan dampak yang luas.
Produk kopi dari para petani yang tergabung dalam asosiasi ini telah berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Kopi Papua Pegunungan bahkan meraih penghargaan dalam kompetisi kopi di Australia dan secara rutin diekspor ke berbagai negara seperti Belanda, Italia, Australia, serta Kanada, dengan volume sekitar dua ton per negara setiap dua bulan.
Ketua Asosiasi PPKPP, Lemeus Franky Gombo, menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan Wakil Presiden. Menurut Franky, kehadiran Wapres membawa harapan besar, sukacita, dan semangat baru bagi masyarakat Papua, khususnya dalam penguatan UMKM di daerah tersebut.
Advertisement
Franky Gombo menegaskan bahwa UMKM yang kuat akan memiliki dampak langsung dan signifikan terhadap ketahanan ekonomi nasional. Ia juga menjelaskan bahwa kopi dari Papua Pegunungan telah diakui sebagai kopi grade 1 terbaik dunia, setelah mengikuti berbagai ajang internasional dalam beberapa tahun terakhir.
Advertisement
Meskipun memiliki kualitas internasional, UMKM kopi Papua Pegunungan menghadapi tantangan besar dalam memenuhi permintaan pasar. Franky Gombo mengungkapkan bahwa permintaan kopi bisa mencapai 50 hingga 200 ton per minggu, sebuah volume yang sulit dipenuhi jika asosiasi harus berjalan sendiri.
Oleh karena itu, Franky menyampaikan langsung kepada Wakil Presiden Gibran mengenai pentingnya kerja sama yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dukungan ini krusial untuk memastikan keberlanjutan produksi dan distribusi kopi Papua Pegunungan.
Dukungan yang dibutuhkan tidak hanya terbatas pada bantuan alat produksi, melainkan juga penguatan manajerial, pelatihan intensif, serta pendampingan berkelanjutan. Aspek-aspek ini esensial untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para pelaku UMKM.
Advertisement
Franky berharap adanya pusat pelatihan dan pendampingan yang terus dimonitor, sehingga pengembangan UMKM dan kopi unggulan Papua Pegunungan dapat benar-benar berkelanjutan. Hal ini akan membantu UMKM kopi Papua Pegunungan untuk terus naik kelas dan bersaing di pasar global.
Advertisement
Dalam pertemuan penting tersebut, turut hadir pula pengusaha dan pegiat kopi Papua Pegunungan lainnya, termasuk Denny Jigibalom. Denny dikenal sebagai pionir yang konsisten dalam pengembangan Kopi Tiom dari Kabupaten Lanny Jaya.
Denny Jigibalom telah mengabdikan dirinya untuk mengembangkan kopi Arabika dataran tinggi Papua Pegunungan sejak tahun 1995. Dedikasinya ini telah memberikan kontribusi besar terhadap kualitas dan reputasi kopi dari wilayah tersebut.
Kisah dan perjalanan Denny Jigibalom menjadi inspirasi berharga bagi generasi muda Papua. Ia menunjukkan bagaimana penguatan ekonomi kerakyatan berbasis perkebunan kopi dapat menciptakan peluang dan memajukan kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews