Hari Buruh 2026: Anggota DPR Nurul Arifin Dorong Pekerja Indonesia Siap Hadapi Era AI dan Digitalisasi

Nurul menyoroti peringatan dari ILO terkait dampak AI terhadap kualitas pekerjaan, ketimpangan digital, hingga perlindungan hak pekerja.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Hari Buruh 2026: Anggota DPR Nurul Arifin Dorong Pekerja Indonesia Siap Hadapi Era AI dan Digitalisasi
Hari Buruh 2026: Anggota DPR Nurul Arifin Dorong Pekerja Indonesia Siap Hadapi Era AI dan Digitalisasi (Merdeka.com)

Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini menjadi pengingat bahwa tantangan dunia kerja tak lagi sekadar soal upah, kontrak kerja, atau jaminan sosial. Di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), pekerja Indonesia kini juga dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang bergerak sangat cepat.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin, menilai AI perlu dipandang secara bijak sebagai tantangan sekaligus peluang. Menurutnya, negara harus hadir memastikan perkembangan teknologi justru memperkuat daya saing pekerja, bukan memperlebar ketimpangan sosial dan ekonomi.

Nurul menyoroti peringatan dari International Labour Organization (ILO) terkait dampak AI terhadap kualitas pekerjaan, ketimpangan digital, hingga perlindungan hak pekerja. Ia menyebut perubahan terbesar bukan hanya hilangnya sejumlah pekerjaan, tetapi bergesernya struktur dunia kerja itu sendiri.

"Ancaman terbesar AI bukan hanya hilangnya pekerjaan, tetapi berubahnya struktur kerja itu sendiri. Banyak tugas rutin akan diambil alih sistem otomatis, sementara pekerja dituntut memiliki keterampilan baru yang lebih adaptif, kreatif, dan berbasis teknologi. Kalau negara tidak hadir menyiapkan transisi ini, maka kesenjangan akan semakin lebar," kata Nurul.

Berdasarkan kajian ILO, perkembangan AI memengaruhi bukan hanya jumlah pekerjaan, tetapi juga kualitas kerja, mulai dari upah, kondisi kerja, hingga perlindungan hak pekerja dalam sistem berbasis algoritma. Negara berkembang seperti Indonesia, menurut Nurul, menghadapi tantangan ganda: mengejar transformasi digital sekaligus menutup kesenjangan infrastruktur dan keterampilan tenaga kerja.

Karena itu, ia menilai langkah paling mendesak adalah melakukan transformasi keterampilan pekerja secara masif. Program pelatihan dinilai harus diarahkan pada kemampuan yang relevan dengan era AI, seperti literasi digital, analisis data dasar, keamanan siber, komunikasi berbasis teknologi, hingga kolaborasi antara manusia dan mesin.

"Buruh masa depan bukan hanya mereka yang kuat secara fisik, tetapi juga mereka yang mampu membaca teknologi, mengoperasikan sistem digital, dan menciptakan nilai tambah yang tidak bisa digantikan mesin," ujarnya.

Nurul juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, dunia industri, perguruan tinggi, dan serikat pekerja untuk membangun ekosistem reskilling atau pembelajaran ulang yang berkelanjutan.

Dalam konteks Hari Buruh, Nurul mengajak semua pihak memperluas makna perjuangan pekerja. Jika dulu fokus utama ada pada hak dasar dan kesejahteraan, kini perjuangan juga mencakup akses terhadap teknologi, kesempatan belajar ulang, dan perlindungan di ruang kerja digital.

Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) Partai Golkar itu menilai pekerja Indonesia memiliki peluang besar di era AI apabila mampu bergerak dari sekadar pengguna menjadi pengelola teknologi. Ia menyebut sektor ekonomi kreatif, layanan digital, manufaktur cerdas, dan industri berbasis data sebagai ruang baru yang berpotensi menyerap tenaga kerja dengan nilai tambah lebih tinggi.

"Pekerja Indonesia harus menjadi bagian dari transformasi, bukan korban transformasi. Masa depan kerja bukan soal manusia versus mesin, tetapi soal bagaimana manusia memimpin teknologi untuk menciptakan kemajuan yang inklusif," tegasnya.

Menurut Nurul, digitalisasi tidak boleh dijadikan alasan untuk melemahkan hak pekerja. Sebaliknya, kemajuan teknologi harus menjadi momentum untuk membangun sistem kerja yang lebih adil, produktif, dan berkelanjutan.

"Selamat Hari Buruh. Ini saatnya kita memastikan bahwa kemajuan teknologi berjalan seiring dengan kemajuan manusia. Karena masa depan kerja yang sehat adalah masa depan di mana inovasi dan kesejahteraan tumbuh bersama," tutup Nurul.

Rekomendasi