Davos, Swiss – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong investasi digital di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam sebuah diskusi di Paviliun Indonesia pada Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Rabu (21/1) lalu. KADIN menyoroti pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital nasional.
Diskusi yang bertajuk “Indonesia’s Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy” ini menjadi platform untuk menunjukkan kesiapan Indonesia. Kesiapan tersebut meliputi potensi pasar yang besar, infrastruktur yang memadai, serta kebijakan adaptif yang mendukung kemajuan teknologi. Langkah strategis ini diharapkan dapat menarik kepercayaan investor global.
Bernardino Vega, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Luar Negeri, menyatakan bahwa ekosistem digital nasional membutuhkan kerja sama lintas pemangku kepentingan. Kolaborasi ini krusial untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia dan membangun kepercayaan di mata investor internasional. Fokus utama adalah pada dua jenis inklusi digital, yaitu otomatisasi proses manual dan diseminasi digital yang lebih komprehensif.
Advertisement
Advertisement
KADIN terus menggaungkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menarik investasi digital ke Indonesia. Dalam forum global seperti WEF di Davos, KADIN menyoroti bahwa Indonesia memiliki basis pengguna internet yang sangat besar, dengan penetrasi mencapai lebih dari 79 persen dari populasi, menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Angka ini menunjukkan potensi pasar yang luar biasa bagi pengembangan ekonomi digital.
Ekonomi digital Indonesia saat ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai mencapai US$82 miliar. Proyeksi pertumbuhan yang berkelanjutan didukung oleh adopsi teknologi di berbagai sektor. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi yang sangat menarik bagi para pelaku industri digital global.
Bernardino Vega menjelaskan bahwa dalam investasi digital, terdapat dua jenis inklusi digital yang penting. Pertama, proses-proses yang telah diotomatisasi namun masih memiliki elemen manual. Kedua, diseminasi, yang merupakan proses berbeda dan membutuhkan peran digital yang jauh lebih besar serta komprehensif untuk mencapai efisiensi dan jangkauan maksimal.
Advertisement
Advertisement
Pembangunan ekosistem digital yang kuat di Indonesia tidak lepas dari tiga pilar utama: kepercayaan, arah kebijakan yang jelas, dan infrastruktur yang memadai. Erwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, menegaskan bahwa kepercayaan adalah prasyarat mutlak untuk pertumbuhan. Tanpa kepercayaan, tidak akan ada kemajuan yang signifikan dalam pengembangan digital.
Abdullah juga menekankan pentingnya membangun kapabilitas sebelum memasuki ranah komersial. Arah yang jelas harus ditetapkan sebelum mobilisasi modal dapat dilakukan secara efektif. Pendekatan berurutan dan seimbang ini memastikan bahwa pertumbuhan digital terjadi secara berkelanjutan dan terarah.
Sementara itu, Dian Siswarini, Presiden Direktur Telkom Indonesia, menyoroti peran krusial infrastruktur digital sebagai fondasi utama digitalisasi nasional. Konektivitas yang baik adalah kunci utama untuk mencapai digitalisasi yang komprehensif. Ketersediaan infrastruktur digital yang menyeluruh menjadi penentu keberhasilan upaya digitalisasi di seluruh pelosok negeri.
Advertisement
Advertisement
Layanan digital telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia, memainkan peran penting dalam memperluas inklusi ekonomi, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia, menyatakan bahwa platform digital telah membuka akses pasar yang lebih luas dan memberikan peluang baru bagi UMKM untuk berkembang.
Melalui platform digital, UMKM dapat menjangkau konsumen yang lebih banyak, meningkatkan efisiensi operasional, dan beradaptasi dengan perubahan pasar. Hal ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Keberadaan layanan digital yang mudah diakses menjadi katalisator penting bagi transformasi ekonomi di tingkat akar rumput.
Di Paviliun Indonesia, yang mengusung tema “Endless Horizon” di WEF Davos 2026, pemerintah dan sektor bisnis menyampaikan pesan kuat kepada dunia. Indonesia siap menjadi destinasi investasi digital terkemuka melalui sinergi yang kokoh, kepastian kebijakan, dan komitmen jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan. Pesan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam lanskap digital global.
Advertisement
Sumber: AntaraNews