Istana Bakal Jembatani Tuntutan Ojol Soal Potongan Tarif 10%
Istana akan segera mencari titik temu permasalahan itu.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan, pihaknya akan menjembatani tuntutan para pengemudi ojek online (ojol) yang meminta agar potongan dikembalikan menjadi 10% dengan pihak aplikator.
"Kita sedang berusaha menjembatani, mengkomunikasikan antara aplikator dan teman-teman bekerja ya di ojol untuk mencari titik temu ya. Karena memang harus duduk dan dibicarakan ya. Karena masing-masing kemudian kan memiliki perhitungan-perhitungan ya," kata Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (23/5).
Dia mengaku, sudah berkomunikasi dengan kementerian terkait untuk membahas soal polemik potongan tarif tersebut.
"Kami sudah coba komunikasikan beberapa kementerian terkait kemarin juga sudah menerima audiensi dari teman-teman ojol," ucap dia.
Dia menegaskan, pihaknya akan segera mencari titik temu permasalahan itu. Sebab, Prasetyo menekankan bahwa pengemudi ojol juga merupakan penggerak roda ekonomi.
"Kemudian dari sisi kegiatan ekonominya juga itu signifikan. Membantu kita semua kan. Jadi kita mau cari titik temunya supaya untung bersama-sama kan. maju bersama-sama, maju bersama-sama," pungkas Prasetyo Hadi.