Sorot
{{caption}}
PDIP Enggan Tanggapi Isu Jokowi Masuk PSI

{{caption}}
Daftar BEM dan Elemen Mahasiswa yang Demo di Jakarta Hari ini

{{caption}}
Prabowo: Indonesia Ingin Perluas Peluang Kerja WNI di Jerman

{{caption}}
Momen Prabowo Sapa Presiden Steinmeier dengan Bahasa Jerman

{{caption}}
Demo Mahasiswa di DPR Memanas, Massa Nyaris Adu Jotos dengan Polisi

{{caption}}
Jual Beli Jabatan Perangkat Desa, Sudewo Didakwa Terima Rp 2,4 Miliar

Topik Terkait
{{caption}}
Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.000 Meter

Kolom abu yang dihasilkan dari erupsi ini berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat laut.

{{caption}}
Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Lagi, Semburan Abu Capai 1.000 Meter, Waspada Radius Berbahaya

Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi pada Senin siang (30/9/2024), pukul 15.14 Wita.

{{caption}}
Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Aktif, Warga Diimbau Kosongkan Radius 5 Km

Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi pada Jumat siang, 5 Juni 2026, sekitar pukul 11.15 WIT.

{{caption}}
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi 23 April 2026, Kolom Abu Capai 1.800 Meter

Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terletak di Flores Timur, NTT, mengalami erupsi kembali pada hari Kamis pagi, 23 April 2026, tepatnya pada pukul 07.21 Wita.

{{caption}}
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Warga Diimbau Tetap Waspada

Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur kembali erupsi pada Jumat pagi, dengan kolom abu mencapai 500 meter. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap potensi bahaya vulkanik.

{{caption}}
Wakapolri Resmikan Early Warning System Gunung Lewotobi Laki-Laki, Tingkatkan Keselamatan Warga Flores Timur

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meresmikan Early Warning System Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT. Sistem ini wujud nyata komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dari bencana vulkanik.

{{caption}}
Status Gunung Lewotobi Laki-laki di Flotim Naik ke Level Awas: Waspada Erupsi Eksplosif

Badan Geologi telah menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur ke Level IV (Awas) mulai Senin malam, mengindikasikan potensi erupsi eksplosif yang perlu diwaspadai masyarakat.

{{caption}}
Status Gunung Lewotobi Laki-laki Turun ke Siaga: Apa Artinya dan Tetap Waspada Potensi Lahar?

Status Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT resmi turun dari Awas ke Siaga. Penurunan aktivitas vulkanik terdeteksi, namun masyarakat diimbau tetap waspada potensi lahar dan erupsi kecil.

{{caption}}
Gunung Soputan Berstatus Waspada, Pendaki dan Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Pada periode 16 hingga 31 Mei 2026, aktivitas gempa yang terjadi di Soputan didominasi oleh faktor tektonik yang berasal dari jarak jauh.

{{caption}}
PVMBG Imbau Masker Gunung Lewotobi, Warga Wajib Waspada Hujan Abu dan Potensi Lahar Hujan

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur terus terjadi. PVMBG Imbau Masker Gunung Lewotobi bagi warga terdampak hujan abu, serta mengingatkan potensi lahar hujan yang mengancam keselamatan.

{{caption}}
ESDM Catat 93 Gempa Embusan, Aktivitas Gunung Karangetang Tetap Waspada

Kementerian ESDM melaporkan 93 gempa embusan di Gunung Karangetang periode awal Mei 2026. Simak detail aktivitas vulkanik dan rekomendasi kewaspadaan terkini untuk menghadapi potensi bahaya.

{{caption}}
Kementerian ESDM Imbau Warga Waspada, Status Gunung Awu Naik Jadi Siaga

Peningkatan aktivitas kegempaan membuat Status Gunung Awu di Pulau Sangihe naik menjadi Level III (Siaga). Kementerian ESDM mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius bahaya demi keselamatan.

{{caption}}
Tim SAR Lanjutkan Pencarian Tiga Pendaki Hilang Gunung Dukono di Tengah Tantangan Aktivitas Vulkanik

Operasi pencarian tiga pendaki hilang Gunung Dukono kembali dilanjutkan pada hari kedua. Tim SAR gabungan menghadapi medan berat dan aktivitas vulkanik tinggi untuk menemukan dua WNA dan satu WNI yang masih dalam pencarian.

{{caption}}
Pencarian SAR Gunung Dukono: Tiga Pendaki Hilang, Dua WNA Terdeteksi di Kawah Aktif

Tim SAR Gunung Dukono terus berupaya menemukan tiga pendaki, termasuk dua WNA, yang hilang pasca-erupsi. Kondisi ekstrem dan aktivitas vulkanik tinggi menghambat evakuasi, sementara satu WNI masih dalam pencarian.